// <![CDATA[KANTOR SEWA DI KAWASAN PEMBANGUNAN TERPADU MEGA KUNINGAN JAKARTA]]> R. E. SETYO NUGROHO / 21.1997.089 Dosen Pembimbing 1 Ir. Nanang Suherman Ir. UTAMI Ir. Tito Tisna Saputra., M.T
Pertumbuhan ekonomi global pada saat ini secara jelas telah meningkatkan kesadaran terhadap energi sebagai sumber yang semakin jarang, kebutuhan untuk mengkonservasi energi dan desain untuk sustainable future telah menjadikan suatu ‘pemaksaan’ bagi para desainer. Jakarta merupakan pusat ibukota sekaligus juga merupakan salah satu kota di dunia yang memiliki perkembangan ekonomi yang tinggi, selain dilihat dari faktor fisik, perekonomian, jumlah penduduk yang terus bertambah juga sebagai kota sentral perekonomian. Dalam proses mendisain mengenai efisiensi energi ini telah memberikan kepada kita suatu perubahan yang potensial mengenai perancangan arsitektur dari keahlian tangan (variable craft) dari hanya mengolah garis, bidang & warna menuju ke arah ilmu yang nyata (confident science) menggunakan prinsip-prinsip fisika bangunan yang dapat diimplementasikan terhadap bangunan.Pertimbangan yang paling jelas bagi pendekatan desain untuk bangunan pencakar langit/high rise building melalui pendekatan bio-climatic ini adalah merendahkan biaya finansial untuk umur bangunan dan biaya untuk penggunaan energi pada bangunan yang akan naik akibat dari ditekannya konsumsi energi dalam pengoperasian bangunan. Faktor-faktor yang lain adalah efek-efek keuntungan yang diperoleh oleh pengguna bangunan bangunan tinggi (high rise building). Gedung pencakar langit yang responsif terhadap iklim membuat para pengguna tersebut lebih menyenangkan (well-being), serta menyediakan suatu lingkungan yang lebih humanistik pada bangunan tinggi, memberikan ventilasi alami yang lebih baik untuk ruang-ruang dalam sehingga menghasilkan lingkungan internal yang lebih sehat yang akan meningkatkan produktivitas keseluruhan kerja/bisnis. Pendekatan desain yang responsif terhadap iklim juga memberikan bagi para pengguna gedung dengan kemungkinan-kemungkinan untuk mengalami pengalaman baik lingkungan eksternal lokal ataupun perubahan harian dari variasi musim. Untuk penilaian yang lebih jauh dari tema ini adalah permasalahan ekologi. Mendesain dengan iklim menghasilkan pengurangan dari seluruh penggunaan energi pada bangunan melalui penggunaan peralatan-peralatan pasif (passive device) penggunaan peralatanperalatan tersebut adalah sebagai kebalikan dari penggunaan energi peralatan elektrikalmekanikal yang digerakkan oleh energi aktif dalam penggunaannya. Hasil ini akan menyebabkan penghematan biaya (cost saving) dalam operasionalnya dan meminimalkan penggunaan sumber-sumber energi elektrikal. Iklim dari suatu tempat adalah salah satu dari faktor yang paling konstan dalam lansekap kita disamping struktur geologi, dimana untuk kondisi sosial ekonomi, sensibilitas atas keindahan, dan kondisi politik dari berbagai tempat akan berubah dalam suatu kurun waktu tertentu, sedangkan iklim kurang lebih akan tetap konstan dalam siklus tahunannya.