// <![CDATA[IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN HARGA LAHAN DI KABUPATEN BANDUNG]]> 0419116601 - Ir. Yanti Budiyantini, M.Dev.Plg. Dosen Pembimbing 1 Septianus Yonarto Bhato / 242011048 Penulis
Lahan merupakan sumber daya alam yang terbatas, yang dalam penggunaannya memerlukan penataan, penyediaan dan peruntukkan secara berencana untuk kesejahteraan masyarakat. Lahan dapat dapat bernilai rendah dan juga tinggi, hal tersebut dipengaruhi oleh tingkat produktivitas dan lokasi (Yunus, 1999). Sifat lahan yang tidak dapat dipindahkan, terbatas dalam kuantitas dan tidak dapat bertambah (kecuali dalam kondisi khusus, seperti reklamasi) menjadikan nilai dan harga lahan berbeda-beda. Von Thunen (1851) berpendapat bahwa tinggi rendahnya harga lahan dipengaruhi oleh jarak ke pusat kegiatan. Harga lahan di pusat kota menjadi tinggi dengan meningkatnya permintaan lahan untuk permukiman dan fasilitas umum akibat dari bertambahnya jumlah penduduk. Ada kecenderungan mencari lahan dengan harga yang rendah di pinggiran kota, karena harga lahan akan rendah bila jauh dari pusat kota (Von Thunen, 1851 dalam Sadyohutomo, 2016). Minimnya informasi masyarakat tentang harga lahan mengakibatkan terjadinya spekulan harga lahan, harga lahan pasaran lebih tinggi dari kisaran harga yang dikeluarkan pemerintah. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu diketahui faktor harga lahan yang berpengaruh di tiap lokasi berbeda-beda, sehingga memunculkan pertanyaan penelitian: Faktor apakah yang berhubungan dengan harga lahan di Kabupaten Bandung? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang memiliki hubungan dengan harga lahan. Penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data sekunder dan dianalisis menggunakan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang memiliki hubungan dengan harga lahan di Kabupaten Bandung adalah, persentase lahan terbangun guna lahan, kepadatan penduduk, persentase rencana kawasan terbangun pola ruang, jarak ke pusat kota, dan tingkat kemiringan lereng.