// <![CDATA[KAJIAN EFEKTIVITAS FUNGSI JALUR PEDESTRIAN DI JALAN OTTO ISKANDAR DINATA (OTISTA)]]> 0406058902 - Isro Saputra S.T.,M.T. Dosen Pembimbing 1 DHIKA RAMDHANI KOSASIH / 242013025 Penulis
Fasilitas pejalan kaki, khususnya di Kota Bandung memiliki peranan yang cukup penting untuk mewadahi berbagai macam aktivitas. Dalam hal ini fasilitas pejalan kaki mengacu pada jalur pedestrian. Jalur pedestrian merupakan prasarana yang secara umum mewadahi pergerakkan pejalan kaki untuk berjalan dari satu tempat ke tempat lainnya. Namun yang sering kita jumpai di lapangan, sering kali terdapat penyalahgunaan fungsi fasilitas pejalan kaki ini sebagai lapak pedagang kaki lima untuk berjualan sehingga menimbulkan terhambatnya akses bagi pejalan kaki itu sendiri. Serta dengan kurangnya elemen penunjang jalur pedestrian itu sendiri membuat fungsi dari jalur itu sendiri menjadi tidak efektif. Salah satu ruas jalan yang memiliki permasalahan jalur pedestrian seperti demikian terdapat pada koridor Jalan Otto Iskandar Dinata. Maka tujuan dari penelitian ini di antaranya yaitu mengidentifikasi efektivitas fungsi jalur pedestrian pada koridor Jalan Otto Iskandar Dinata. Berdasarkan karakteristiknya, jalur pedestrian terbagi atas 2 segmen, hal ini dikarenakan pada perbandingan volume arus pejalan kaki serta lebar jalur yang cenderung berbeda. Pengumpulan data penelitian diperoleh dari pengamatan penelitian diambil pada awal pekan (weekday) dan akhir pekan (weekend) sebagai perbandingan pada nilai Level Of Service (LOS). Pengamatan untuk mengetahui nilai LOS ini pun meliputi kedua jalur pada tiap segmennya. Pengumpulan data diperoleh pula dengan mengajukan form kuesioner kepada pejalan kaki sebagai responden penelitian. Pada tahap analisis, lebar efektif jalur pedestrian di Jalan Otto Iskandar Dinata diketahui sebesar 2,1 meter pada segmen 1 dan 1,75 meter pada segmen 2. Ketersediaan elemen penunjang hanya terdapat bangku, vegetasi dan jalur disabilitas. Berdasarkan data Traffic Counting yang dilakukan selama 8 jam dengan selang waktu 15 menit, nilai LOS dapat ditentukan dengan mempertimbangkan besaran nilai kecepatan, arus, serta v/c rasio. Sehingga nilai yang diketahui pada weekday dan weekend pada tiap segmennya memiliki hasil yang berbeda. Lalu dengan melihat nilai efektivitas yang diperoleh dari perhitungan model likert, diketahui nilai efektivitas sebesar 1,99 yang menunjukkan pada kategori tidak efektif. Kemudian penilaian efektivitas ini diidentifikasi pula dengan melihat pengaruhnya terhadap variable yang ditentukan. Adapun variabel tersebut meliputi 9 variabel utama, yaitu keleluasaan, hambatan, cuaca/iklim, elemen penunjang, polusi, kebersihan/keindahan. Tingkat kriminalitas, jalur penyeberangan, dan kemudahan akses. Hasil interpretasi dari uji determinasi (R2), uji campuran (uji f), dan uji parsial (uji t) menunjukkan bahwa variable yang berpengaruh besar terhadap efektivitas jalur pedestrian di Jalan Otto Iskandar Dinata ditunjukkan pada variabel hambatan dan elemen penunjang.