// <![CDATA[PENGARUH EMISI AKIBAT PERUBAHAN GUNA LAHAN TERHADAP PENINGKATAN SUHU DI KOTA BANDUNG]]> 0421128201 - Iredo Bettie Puspita, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 FAJAR ARDI SAPUTRA / 24-2013-080 Penulis
Urbanisasi di suatu daerah mengakibatkan kebutuhan lahan semakin meningkat sehingga kawasan terbangun semakin meluas juga. Perubahan kawasan nonterbangun menjadi terbangun menyebabkan peningkatan kadar emisi dikarenakan kadar emisi guna lahan tertentu lebih tinggi dibandingkan dengan guna lahan sebelumnya. Kota Bandung mengalami peningkatan suhu yang sejalan dengan peningkatan luas lahan terbangun. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Negara (LAPAN) menjelaskan bahwa peningkatan suhu di Kota Bandung dari tahun 2000 sampai dengan 2015 maksimal hingga mencapai 30ÂșC. Kota Bandung pada dasarnya telah turut aktif dalam menerapkan kebijakan terkait penurunan kadar emisi, tetapi masih terfokus pada emisi gas buang. Selain itu kajian emisi yang dilakukan selama ini belum mempertimbangkan pengaruhnya terhadap peningkatan suhu perkotaan, oleh karena itu perlu dilakukan kajian terhadap nilai emisi yang dihasilkan dari perubahan guna lahan dan keterkaitannya dalam peningkatan suhu di perkotaan. Terkait dengan kondisi tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh emisi akibat perubahan lahan terhadap peningkatan suhu. Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif, yaitu dengan melakukan analisis stock difference untuk mengetahui kadar emisi akibat perubahan lahan, analisis Land Surface Temperature untuk mengidentifikasi bahaya dan analisis statistik regresi linier sederhana untuk mencari tahu pengaruh terkait kadar emisi yang dihasilkan dari perubahan lahan terhadap kenaikan suhu. Berdasarkan hasil pengujian regresi sederhana diketahui emisi mempunyai pengaruh terhadap kenaikan suhu di Kota Bandung, karena semakin tingginya emisi yang dihasilkan semakin tinggi pula kenaikan suhu yang terjadi atau sebaliknya. Proyeksi terhadap suhu tahun 2031 diketahui bahwa guna lahan pemerintahan, pendidikan, permukiman, terminal memiliki pengaruh yang tinggi terhadap kenaikan suhu. Kondisi suhu Kota Bandung pada tahun 2031 mengalami kanaikan sebesar 1Oc dibandingkan tahun 2016. Hal ini dipengaruhi oleh semakin meningkatnya emisi yang dihasilkan pada tahun 2031 sebesar 40.877 ton CO2 eq . Pemilihan rekomendasi untuk mengurangi kadar emisi yang dihasilkan yaitu dengan melestarikan vegetasi, memperhitungkan kembali kadar emisi yang dihasilkan dari pembangunan yang akan datang.