RISIKO PENGGENANGAN PESISIR/BANJIR ROB DAN TSUNAMI DI KECAMATAN PANGANDARAN, KABUPATEN PANGANDARAN
Wilayah pesisir sebagai wilayah yang relatif mudah dijangkau akan menjadi sasaran atau pusat kegiatan untuk pengembangan aktivitas manusia (MA, et al., 2011). Wilayah pesisir menghadapi berbagai tekanan dan perkembangan serta perubahan dengan adanya aktivitas manusia. Salah satu tekanan yang dihadapi wilayah pesisir yakni berupa bahaya, meliputi bahaya penggenangan pesisir/banjir rob akibat dampak perubahan iklim berupa kenaikan muka air laut dan pergerakan lempeng tektonik di dasar laut yang berpotensi tsunami. Dampak ekstrim dari perubahan iklim berupa kenaikan permukaan air laut yang menyebabkan penggenangan pesisir/banjir rob merupakan bahaya bagi wilayah pesisir terutama wilayah pesisir dengan elevasi rendah, salah satunya yaitu Kabupaten Pangandaran. Selain itu, bahaya lainnya di wilayah pesisir di Kabupaten Pangandaran, yaitu tsunami. Pada tahun 2006 Kabupaten Pangandaran pernah diterpa bencana tsunami yang menelan banyak korban (jiwa) dan menyebabkan kerusakan fisik dan lingkungan. Terkait bahaya-bahaya tersebut, maka penelitian risiko penggenangan pesisir/banjir rob dan tsunami bertujuan untuk mengidentifikasi risiko penggenangan pesisir/banjir rob dan tsunami serta faktor-faktor yang mempengaruhi risiko bencana tersebut di wilayah pesisir Kecamatan Pangandaran, yang terdiri dari 4 (empat) desa pesisir yang dilakukan dengan 5 (lima) tahapan. Adapun tahapan tersebut terdiri dari (1) mengidentifikasi variabel dan indikator risiko penggenangan pesisir/banjir rob dan tsunami; (2) mengidentifikasi luas daerah bahaya penggenangan pesisir/banjir rob dan tsunami dengan menggunakan data rawan bencana penggenangan pesisir/banjir rob dan tsunami (BNPB, 2016); (3) mengidentifikasi karakteristik kerentanan wilayah pesisir terhadap bahaya penggenangan pesisir/banjir rob dan tsunami; (4) mengidentifikasi tingkat risiko penggenangan pesisir/banjir rob dan tsunami dalam bentuk kerugian (jumlah rupiah); dan (5) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat risiko tersebut dengan menggunakan analisis jalur/path. Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa 2 (dua) desa pesisir Kecamatan Pangandaran memiliki tingkat risiko penggenangan pesisir/banjir rob tinggi dan 2 (dua) desa lainnya berisiko rendah. Tingkat risiko penggenangan pesisir/banjir rob lebih besar dipengaruhi oleh tingkat bahaya dibandingkan dengan tingkat kerentanan. Untuk tingkat risiko tsunami pada seluruh desa pesisir Kecamatan Pangandaran memiliki tingkat risiko tinggi. Tingkat risiko tsunami lebih besar dipengaruhi oleh tingkat bahaya dibandingkan dengan tingkat kerentanan
Detail Information
Citation
APA Style
. (2018).RISIKO PENGGENANGAN PESISIR/BANJIR ROB DAN TSUNAMI DI KECAMATAN PANGANDARAN, KABUPATEN PANGANDARAN ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.RISIKO PENGGENANGAN PESISIR/BANJIR ROB DAN TSUNAMI DI KECAMATAN PANGANDARAN, KABUPATEN PANGANDARAN ().Teknik Planologi:FTSP,2018.Text
MLA Style
.RISIKO PENGGENANGAN PESISIR/BANJIR ROB DAN TSUNAMI DI KECAMATAN PANGANDARAN, KABUPATEN PANGANDARAN ().Teknik Planologi:FTSP,2018.Text
Turabian Style
.RISIKO PENGGENANGAN PESISIR/BANJIR ROB DAN TSUNAMI DI KECAMATAN PANGANDARAN, KABUPATEN PANGANDARAN ().Teknik Planologi:FTSP,2018.Text