// <![CDATA[PENGARUH EMISI GAS RUMAH KACA SEKTOR PENGELOLAAN SAMPAH TERHADAP URBAN HEAT ISLAND (UHI) DI KOTA BANDUNG]]> 0421128201 - Iredo Bettie Puspita, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 ARIEF RAHMAN HAKIM / 242013094 Penulis
Kota memiliki beragam kegiatan serta identik dengan kepadatan dan tingginya aktivitas. Setiap aktivitas akan menghasilkan sampah sehingga jumlah sampah yang terkumpul turut meningkat. Aktivitas berkaitan dengan jumlah penduduk, semakin banyak jumlah penduduk maka jumlah sampah yang diproduksi turut bertambah. Dampak yang ditimbulkan dari sampah cukup beragam salah satunya yaitu Emisi Gas Rumah kaca (GRK) dimana emisi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi suhu sehingga fenomena Urban Heat Island (UHI) dapat terjadi di perkotaan. Kota Bandung pada tahun 2017 termasuk ke dalam 5 (lima) besar penghasil sampah terbesar di Indonesia.. Sebagian besar sampah di Kota Bandung diangkut ke TPS sisanya diolah dengan cara biodigester dan pengomposan, dari pengolahan tersebut terdapat potensi emisi GRK yang dihasilkan. Selain itu, suhu selama 10 tahun terakhir di Kota Bandung rata-rata mengalami kenaikan sebesar 0.03°C sedangkan emisi GRK sektor pengelolaan sampah di Kota Bandung tahun 2014 meningkat lebih dari 100% dibandingkan tahun 2013. Melihat kondisi tersebut maka perlu adanya identifikasi berapa jumlah emisi GRK sektor pengelolaan sampah dan bagaimana pengaruhnya terhadap UHI di Kota Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh emisi GRK sektor pengelolaan sampah terhadap UHI di Kota Bandung. Emisi yang diidentifikasi yaitu dari jenis pengelolaan sampah dengan cara biodigester dan pengomposan. Metode penelitian ini yaitu analisis kuantitatif perhitungan emisi GRK, analisis land surface temperature (LST) untuk mengidentifikasi suhu dan regresi robust untuk melihat pengaruhnya. Berdasarkan hasil regresi robust ditemukan bahwa terdapat pengaruh emisi GRK terhadap suhu, dengan pengaruh tersebut hanya dapat dijelaskan oleh emisi sebesar 0.03%. Berdasarkan hasil tersebut maka rekomendasi yang dirumuskan yaitu diarahkan berdasarkan pada upaya-upaya untuk pemanfaatan emisi metana dan N2O yang dihasilkan dari biodigester dan pengomposan, serta upaya pengurangan emisi dari sumber sampahnya seperti pemanfaatan biogas, penyediaan tanaman penyarap emisi dan pengurangan jumlah sampah organik yang diangkut ke TPS dan TPA.