// <![CDATA[KAJIAN POLA LALU LINTAS DI KOTA BANDUNG BERDASARKAN INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS DATA ONLINE]]> 0406058902 - Isro Saputra S.T.,M.T. Dosen Pembimbing 1 CHICHA MELIANA / 242014014 Penulis
Kota Bandung merupakan salah satu kota dengan jumlah penduduk tinggi di Indonesia. Tingginya penduduk di Kota Bandung menyebabkan tingginya pergerakan kendaraan di kota tersebut. Pergerakan tersebut tidak hanya dilakukan oleh penduduk Kota Bandung, tetapi dilakukan juga oleh penduduk sekitar Kota Bandung. Penduduk luar kota melakukan aktivitas di Kota Bandung dan kembali ke tempat tinggalnya di luar Kota Bandung saat malam tiba. Pergerakan kendaraan di Kota Bandung mayoritas dilakukan oleh penduduk menggunakan kendaraan pribadi, sehingga menimbulkan kemacetan dan pola lalu lintas yang bervariasi. Pola lalu lintas di Kota Bandung perlu dikaji agar permasalahan lalu lintas yang ada dapat diselesaikan, namun hingga kini data dan informasi mengenai pola kemacetan di Kota Bandung belum tersedia lengkap. Teknologi informasi geografis berbasis data online dapat dimanfaatkan untuk mengetahui pola kemacetan di Kota Bandung. Dengan demikian, tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pola lalu lintas yang terjadi di Kota Bandung ditinjau dari informasi geografis berbasis data online. Metode penelitian yang digunakan terdiri atas 3 (tiga) tahap, yaitu deliniasi kawasan penelitian menjadi 4 (empat) kawasan, pengumpulan data lalu lintas dengan cara rekap besaran lalu lintas lancar, padat, dan macet berdasarkan informasi geografis berbasis data online, dan analisis pola lalu lintas. Data tersebut diolah dengan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif, adapun pola lalu lintas dalam penelitian ini diklasifikasikan atas hari kerja dan akhir pekan. Berdasarkan hasil pengumpulan data dan analisis, diketahui bahwa setiap Kawasan memiliki karakteristik lalu lintas yang berbeda. Kawasan yang merupakan pusat Kota Bandung memiliki proporsi kemacetan yang lebih tinggi dibandingkan Kawasan lainnya. Perbedaan pola lalu lintas pun tampak dari arah pergerakan kendaraan, setiap kawasan memiliki karakteristik arah pergerakan kendaraan yang berbeda, hal ini disebabkan karena tujuan masyarakat dalam melakukan perjalanan yang berbeda pula.