IDENTIFIKASI PENERAPAN KONSEP GREEN BUILDING DAN GREEN INFRASTRUCTURE PADA ASPEK ENERGI LISTRIK, SAMPAH, LIMBAH CAIR SERTA MATERIAL DI KORIDOR BRAGA Studi Kasus: 3 Zona Ukur di Koridor Braga
Perkembangan aktivitas manusia yang terus terjadi di Kota Besar menjadi ciri perkembangan sebuah kota. Beragam aktivitas yang dilakukan oleh manusia menyebabkan pembangunan bangunan dan konstruksi jalan yang terus berlanjut serta penggunaan energi listrik, timbulan sampah dan limbah cair (black water) yang terus bertambah setiap harinya. Akibat dari adanya isu penurunan kenyamanan lingkungan di kawasan perkotaan khususnya di Koridor Braga.. Maka penelitian ini bertujuan untuk memberi upaya penanganan masalah lingkungan perkotaaan. Program green building yang dipilih sebagai solusi untuk masalah ini dapat dilakukan untuk manajemen material bangunan dan permukaan jalan adalah program material resource and cycle (non od usage and certified wood), program water conservation (water saving fixture) untuk manajemen limbah cair, program basic waste management untuk pengelolaan timbulan sampah dan untuk memanajemen energi listrik menggunakan prinsip program energy efficiency. Penelitian ini menggunakan metode analisis pengukuran kadar emisi yang dihasilkan oleh energi listrik, sampah dan limbah cair serta pengurangan emisinya, pengukuran heat capacity material bangunan dan permukaan jalan serta perhitungan pengurangan kadar heat capacitynya, dan identifikasi thermal comfort yang dirasakan oleh manusia. Penelitian ini dilakukan di 3 zona ukur di Koridor Braga dengan tinjauan waktu weekend dan weekday. Dimana satu titik pengukuran sebesar radius 300 m. Berdasarkan hasil penelitian manusia di Koridor Braga tidak merasakan temperatur udara yang membuat tubuhnya nyaman, sedangkan emisi yang dihasilkan oleh energi listrik,limbah cair dan sampah masih dalam kondisi aman, berada di bawah ambang batas aman emisi di atmosfer sehingga tidak mebahayakan tubuh manusia, namun berdasarkan identifikasi heat capacity material yang dirasakan oleh manusia baik dari permukaan jalan ataupun bangunan, kadar heat capacity cukup besar. Setelah dilakukan penerapan konsep green building yang dilengkapi prasarana green infrastructure dapat mereduksi hingga 67,32% energi listrik dari sebelumnya setelah penerapan konsep energy efficiency,99,97% emisi yang dihasilkan dari sampah dapat terreduksi setelah penerapan konsep basic waste management, dan sebesar 43,78% emisi yang dihasilkan oleh limbah cair yang dibang ke septictank dapat terreduksi setelah penerapan water conservation dengan penggunaan water saving fixture, serta mereduksi nilai heat capacity material permukaan jalan hingga 5% setelah penerapan konsep non ods usage, sedangkan pada material bangunan setelah menerapkan konsep non ods usage and certified wood dapat mereduksi sebesar 62% panas yang timbul dari bangunan.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2018).IDENTIFIKASI PENERAPAN KONSEP GREEN BUILDING DAN GREEN INFRASTRUCTURE PADA ASPEK ENERGI LISTRIK, SAMPAH, LIMBAH CAIR SERTA MATERIAL DI KORIDOR BRAGA Studi Kasus: 3 Zona Ukur di Koridor Braga ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.IDENTIFIKASI PENERAPAN KONSEP GREEN BUILDING DAN GREEN INFRASTRUCTURE PADA ASPEK ENERGI LISTRIK, SAMPAH, LIMBAH CAIR SERTA MATERIAL DI KORIDOR BRAGA Studi Kasus: 3 Zona Ukur di Koridor Braga ().Teknik Planologi:FTSP,2018.Text
MLA Style
.IDENTIFIKASI PENERAPAN KONSEP GREEN BUILDING DAN GREEN INFRASTRUCTURE PADA ASPEK ENERGI LISTRIK, SAMPAH, LIMBAH CAIR SERTA MATERIAL DI KORIDOR BRAGA Studi Kasus: 3 Zona Ukur di Koridor Braga ().Teknik Planologi:FTSP,2018.Text
Turabian Style
.IDENTIFIKASI PENERAPAN KONSEP GREEN BUILDING DAN GREEN INFRASTRUCTURE PADA ASPEK ENERGI LISTRIK, SAMPAH, LIMBAH CAIR SERTA MATERIAL DI KORIDOR BRAGA Studi Kasus: 3 Zona Ukur di Koridor Braga ().Teknik Planologi:FTSP,2018.Text