KOTA LAYAK HUNI (LIVABLE CITY) BERDASARKAN PERSEPSI PENDUDUK LANJUT USIA DI KOTA BANDUNG
Kota layak huni merupakan sebuah konsep kota yang membuat seluruh lapisan masyarakatnya mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, lanjut usia, dan difabel merasa nyaman dan mendapatkan kehidupan yang layak huni untuk tinggal dan beraktivitas di dalamnya. Di Indonesia, kota layak huni telah diteliti oleh IAP (Ikatan Ahli Perencanaan) untuk pertama kali pada tahun 2009 di sejumlah kota besar secara tersebar. Kota Bandung adalah salah satu kota yang diteliti oleh IAP yang sempat menduduki urutan ke-10 dari 15 kota besar pada tahun 2011, yakni sebagai tahun kedua diselenggarakannya penelitian tersebut. Menurut data yang dihimpun oleh Indonesia Most Livable City Index 2011, indeks Kota Bandung berada di bawah rata-rata 54,26% yaitu hanya sebesar 52.32% penduduknya merasa nyaman tinggal di kotanya. Dapat diartikan bahwa konsep kota layak huni di Kota Bandung belum dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakatnya, termasuk penduduk lanjut usia. Kota Bandung merupakan salah satu kota yang mengalami peningkatan jumlah penduduk lanjut usia. Jumlah penduduk lanjut usia yang meningkat setiap tahunnya dapat menjadi tolak ukur bagi Kota Bandung untuk menyediakan kondisi lingkungan yang mendukung aktivitas penduduk lanjut usia karena beberapa tahun yang akan datang penduduk lanjut usia yang tergolong memasuki usia non-produktif, diperkirakan akan terus meningkat bahkan jumlahnya diperkirakan dapat mendominasi dari penduduk usia anak-anak dan remaja. Oleh karena itu, penelitian tentang kota layak huni bagi penduduk lanjut usia perlu dilakukan agar kehidupan penduduk lanjut usia di Kota Bandung semakin sejahtera. Penelitian kota layak huni bagi penduduk lanjut usia ini melibatkan langsung penduduk lanjut usia sebagai respondennya untuk memberikan persepsi penilaian Kota Bandung berdasarkan aspek dan kriteria Livable City. Metode analisis data yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif (mix methods) yang diolah menggunakan Microsoft Excel, SPSS, dan dilengkapi dengan uraian deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep kota layak huni di Kota Bandung belum sepenuhnya dirasakan oleh penduduk lanjut usia karena masih terdapat penilaian aspek dan kriteria Livable City yang menduduki kategori persepsi rata-rata penilaian “cukup nyaman” dan “tidak nyaman” dari keempat kategori penilaian ada yaitu “sangat nyaman”, “nyaman”, “cukup nyaman”, dan “tidak nyaman”. Selain itu, kenyamanan dinilai belum merata pada setiap kecamatan karena masih terdapat responden dengan lokasi yang sering dikunjungi di luar kecamatan asal responden.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2018).KOTA LAYAK HUNI (LIVABLE CITY) BERDASARKAN PERSEPSI PENDUDUK LANJUT USIA DI KOTA BANDUNG ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.KOTA LAYAK HUNI (LIVABLE CITY) BERDASARKAN PERSEPSI PENDUDUK LANJUT USIA DI KOTA BANDUNG ().Teknik Planologi:FTSP,2018.Text
MLA Style
.KOTA LAYAK HUNI (LIVABLE CITY) BERDASARKAN PERSEPSI PENDUDUK LANJUT USIA DI KOTA BANDUNG ().Teknik Planologi:FTSP,2018.Text
Turabian Style
.KOTA LAYAK HUNI (LIVABLE CITY) BERDASARKAN PERSEPSI PENDUDUK LANJUT USIA DI KOTA BANDUNG ().Teknik Planologi:FTSP,2018.Text