// <![CDATA[PERUBAHAN KONDISI FISIK, SOSIAL DAN EKONOMI PADA MASYARAKAT KELURAHAN KEBONWARU SEBELUM DAN SESUDAH RELOKASI KE RUSUNAWA RANCACILI ( Studi Kasus :]]> 0419116601 - Ir. Yanti Budiyantini, M.Dev.Plg. Dosen Pembimbing 1 FAHRI SEPTIAN JUNAEDI / 24-2014-080 Penulis
Kota pada awalnya berupa permukiman dengan skala kecil, kemudian mengalami perkembangan sebagai akibat dari pertumbuhan penduduk, perubahan sosial ekonomi, dan budaya serta interaksinya dengan kota-kota lain. Kota Bandung sebagai salah satu kota di Indonesia yang sangat berkembang pesat dan juga memiliki masalah yang cukup serius terkait perumahan dan permukiman khususnya pertumbuhan permukiman di lahan yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Salah satu kasusnya yaitu pertumbuhan permukiman yang ada di Kelurahan Kebonwaru Kota Bandung. Permukiman tersebut sebagian besar dihuni oleh Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang kurang mampu membeli lahan atau lahan yang mereka tempati merupakan tanah warisan turun temurun. Masyarakat yang membangun rumah di Kelurahan Kebonwaru tersebut merupakan kawasan permukiman yang berstatus ilegal. Maka pemerintah Kota Bandung mengeluarkan kebijakan terkait masyarakat yang menempati tanah yang berstatus ilegal yaitu dengan program relokasi permukuman terhadap masyarakat di Kelurahan Kebonwaru ke Rusunawa Rancacili. Program relokasi dinyatakan cukup berhasil saat masyarakat menerima untuk dipindahkan ke tempat yang baru, namun muncul isu permasalahan antara lain pendapatan yang tidak sebanding dengan biaya pengeluaran karena lokasi rumah yang cukup jauh dari keramaian maka peluang untuk usaha menjadi berkurang serta kawasan rusunawa Rancacili ini terletak di area pinggiran dengan dominasi sawah dan ketersediaan lapangan pekerjaan yang minim, lalu kondisi sarana dan prasarana pada rusunawa tersebut terbengkalai dan ketersediaan air yang terbatas serta air yang tersedia hanya bisa digunakan untuk kebutuhan sehari hari (mencuci dan mandi) (Hakim, 2018). Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan kondisi fisik, sosial dan ekonomi masyarakat pada program relokasi permukiman kumuh di Kelurahan Kebonwaru. untuk menjawab pertanyaan penelitian “bagaimana kondisi fisik sosial dan ekonomi masyarakat sebelum dan sesudah di relokasi?”. Hasil dari penelitian ini digunakan untuk mengetahui program yang tepat untuk penanganan permukiman kumuh yang baik di Kota Bandung dan penerapan program relokasi yang baik. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data primer dengan teknik studi literatur dengan cara survey dan penyebaran kuisioner. Metode analisis disini analisis kuantitatif melalui analisis statistik deskriptif dan statistik non parametris untuk mengidentifikasi perbedaan dan perubahan kondisi fisik, sosial dan ekonomi masyarakat yang terkena dampak relokasi permukimah kumuh. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah adanya perubahan dan perbedaan pada variabel kondisi fisik, sosial dan ekonomi setelah direlokasi secara siginifikan setelah dilakukan relokasi. Namun pada variable ekonomi tidak terdapat perbedaan. Hal tersebut menandakan bahwa program relokasi yang dilaksanakan oleh pemerintah Kota Bandung sudah berhasil karena pendapatan dan pengeluaran masyarakat tidak terjadi penurunan setelah dilakukan relokasi permukiman kumuh atau dapat dikatakan tidak ada perbedaan atau perubahan yang siginifikan.