// <![CDATA[PENGARUH PENAMBAHAN JUMLAH DAN SEBARAN PUSAT PERBELANJAAN TERHADAP PERUBAHAN STRUKTUR KOTA BANDUNG]]> 0421128201 - Iredo Bettie Puspita, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 Rasoki Mintana Debara Daulay / 24-2014-110 Penulis
Kebijakan mengenai perencanaan Kota Bandung mengatur di dalamnya perkembangan rencana struktur kota tersebut. Seiring kebijakan perencanaan yang terus menerus mengalami revisi, struktur kota di dalamnya pun ikut berubah. Elemen struktur kota seperti guna lahan terbangun, dan jaringan jalan juga akan mengikuti perubahan rencana struktur Kota Bandung pada kebijakan tata ruangnya. Guna lahan terbangun di Kota Bandung seperti pemukiman, perdagangan dan jasa juga akan semakin berkembang dan bertambah. Salah satu guna lahan perdagangan dan jasa yang mendukung yaitu dalam bentuk pusat perbelanjaan. Pusat perbelanjaan yang bertambah menjadi salah satu elemen yang mendukung perubahan struktur Kota Bandung. Saat ini belum ada penelitian mengenai pengaruh penambahan jumlah sebaran pusat perbelanjaan terhadap perubahan struktur Kota Bandung. Oleh karena itu perlu rumusan masalah yang diangkat adalah bagaimana pengaruh penambahan jumlah dan sebaran pusat perbelanjaan terhadap perubahan struktur Kota Bandung? Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh penambahan jumlah dan sebaran pusat perdagangan terhadap perubahan struktur Kota Bandung. Dengan melihat stadia struktur Kota Bandung yang disesuaikan dengan kriteria pada karakteristik teori klasik struktur kota, apabila poin pada karakteristik teori tersebut memiliki selisih paling sedikit maka akan tergolong pada jenis struktur kota tersebut. Kemudian diperbandingkan per tahunnya perubahan struktur Kota Bandung untuk melihat perubahannya. Setelah itu diuji korelasinya dengan penambahan jumlah sebaran pusat perbelanjaan di Kota Bandung melalui crosstab Korelasi Eta. Untuk mengetahui signifikansi hubungannya akan dilihat berdasarkan nilai df (bila <0,05 maka berhubungan signifikan) dan Value (bila >0,05 maka berkorelasi signifikan). Berdasarkan uji Korelasi Eta diperoleh hubungan yang signifikan antara penambahan jumlah dan sebaran pusat perbelanjaan dengan perubahan struktur Kota Bandung. Hal ini dapat menjadi pertimbangan dalam perencanaan strutur Kota Bandung dalam kebijakan tata ruangnya, sebab melalui guna lahan terbangun berupa pusat perbelanjaan maka secara tidak langsung akan menentukan arah struktur kota melalui rencana tata ruang berupa struktur ruang dan pola ruang di dalamnya.