KAJIAN RESPON BANGUNAN MENGGUNAKAN BASE ISOLATOR PADA GEDUNG BERTINGKAT SISTEM PRACETAK DAN SISTEM CAST IN SITU
Indonesia merupakan wilayah yang memiliki resiko gempa yang cukup tinggi karena terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik, oleh karena itu telah dikembangkan metode desain alternatif dengan tujuan untuk mengurangi risiko kerusakan bangunan akibat beban gempa yang dikenal dengan nama sistem isolasi gempa (seismic isolation). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi respon struktur pada gedung bertingkat sistem pracetak dan sistem cast in situ dengan dan tanpa base isolator dengan bantuan program ETABS v.16.2.0. Pada bangunan ini dipasang base isolator jenis High Damping Rubber Bearing (HDRB) dengan diameter 600 mm dan tinggi 407,9 mm. berdasarkan hasil, diperoleh bahwa penggunaan base isolator dapat memperpanjang periode struktur bangunan dua kali untuk kedua sistem, kemudian dapat mereduksi gaya geser arah X mencapai 40% dan arah Y mencapai 50% untuk kedua sistem, lalu memperkecil simpangan antar lantai dan juga membutuhkan waktu yang lebih singkat untuk mencapai faktor partisipasi modal yang diinginkan sesuai peraturan yaitu minimal 90%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah struktur bangunan beton pracetak lebih efektif dibandingkan dengan beton cast in situ dari aspek respon struktur.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2019).KAJIAN RESPON BANGUNAN MENGGUNAKAN BASE ISOLATOR PADA GEDUNG BERTINGKAT SISTEM PRACETAK DAN SISTEM CAST IN SITU ().Teknik Sipil:FTSP
Chicago Style
.KAJIAN RESPON BANGUNAN MENGGUNAKAN BASE ISOLATOR PADA GEDUNG BERTINGKAT SISTEM PRACETAK DAN SISTEM CAST IN SITU ().Teknik Sipil:FTSP,2019.Text
MLA Style
.KAJIAN RESPON BANGUNAN MENGGUNAKAN BASE ISOLATOR PADA GEDUNG BERTINGKAT SISTEM PRACETAK DAN SISTEM CAST IN SITU ().Teknik Sipil:FTSP,2019.Text
Turabian Style
.KAJIAN RESPON BANGUNAN MENGGUNAKAN BASE ISOLATOR PADA GEDUNG BERTINGKAT SISTEM PRACETAK DAN SISTEM CAST IN SITU ().Teknik Sipil:FTSP,2019.Text