// <![CDATA[PERHITUNGAN EVAPOTRANSPIRASI ACUAN UNTUK IRIGASI DI INDONESIA]]> 0407067702 - Fransiska Yustiana ST., MT Dosen Pembimbing 1 Gabriel Antonio Sitohang / 22-2011-106 Penulis
Sistem irigasi merupakan suatu cara mengalirkan air ke suatu lahan dimana air dialirkan sesuai kebutuhan. Debit yang dihasilkan dari sistem irigasi ditentukan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah evapotranspirasi. Nilai evapotranspirasi di Indonesia dihitung menurut Standar Perencanaan Irigasi KP-01 dengan menggunakan rumus Penman FAO Corrected sedangkan menurut SNI 7745:2012 menggunakan rumus Penman-Monteith. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode penghitungan evapotranspirasi acuan yang tepat dengan membandingkan metode KP-01 dan SNI dengan tanaman hidroponik berupa selada air dan seledri dengan menggunakan data klimatologi periode Januari-Agustus tahun 2018. Penelitian ini menunjukkan nilai ET0−SNI sebesar 5,60 mm/hari memiliki nilai yang lebih besar dari pada nilai ET0−KP sebesar 4,60 mm/hari dan nilai ET0−a sebesar 4,94 mm/hari, maka dalam penelitian ini metode SNI 7745:2012 lebih disarankan untuk digunakan dalam menghitung nilai evapotranspirasi acuan karena memiliki nilai yang lebih besar dan membutuhkan data yang lebih sedikit dari metode yang lain.