STUDI MENGENAI PERANCANGAN CAMPURAN BETON BERBUTIR HALUS ( FINE CONCRETE)
Pelaksanaan pembuatan campuran beton dan pengecorannya seringkali menghadapi kendala segregasi, baik untuk campuran beton dengan adukan encer (segregasi basah), maupun pada campuran beton dengan adukan kental (segregasi kering). Agar campuran beton tidak mengalami segregasi maka perlu didefinisi ulang batasan ukuran agregat kasar yang digunakan. Redefinis yang dilakukan adalah memperkecil ukuran minimal agregat kasar. Selama ini batu pecah berukuran 2,36 mm – 4,75 mm tidak digunakan dalam campuran beton. Jika ukuran ini digunakan sebagai agregat kasar , maka ukuran butiran pasir dapat diperkecil menjadi lebih kecil dari o,15 mm. Ukuran pasir yang lebih kecil ini dapat menggukan fly ash. Beton yang dihasilkan merupakan beton berbutir halus. Penelitian beton berbutir halus ini dilakukan dengan kuat tekan rencana 30 MPa. Subtitusi pasir oleh abu terbang sebesar 0 %, 15%, 20%, dan 25% dari berat pasir. Ukuran maksimum butiran agregat kasar yang digunakan adalah 2,36 mm - 4,75 mm, dan butiran agregat halus lebih kecil dari 2,36, dengan slump rencana 60 mm dan 120 mm, tanpa dan dengan superplasticizer berdosis 0,5%, 1,0%, dan 1,5%. Hasil yang dicapai sesuai dengan yang direncanakan, dan campuran beton berprilaku memadat mandiri dengan mudah bila diberi superplasticizer dengan kadar minimal 1% dari berat semen. Butiran agregat batu pecah 2,36 mm – 4,75 mm dapat diperlakukan sebagai agregat kasar dan fly ash dapat diperlakukan sebagai agregat halus..
Detail Information
Citation
APA Style
. (2019).STUDI MENGENAI PERANCANGAN CAMPURAN BETON BERBUTIR HALUS ( FINE CONCRETE) ().Teknik Sipil:FTSP
Chicago Style
.STUDI MENGENAI PERANCANGAN CAMPURAN BETON BERBUTIR HALUS ( FINE CONCRETE) ().Teknik Sipil:FTSP,2019.Text
MLA Style
.STUDI MENGENAI PERANCANGAN CAMPURAN BETON BERBUTIR HALUS ( FINE CONCRETE) ().Teknik Sipil:FTSP,2019.Text
Turabian Style
.STUDI MENGENAI PERANCANGAN CAMPURAN BETON BERBUTIR HALUS ( FINE CONCRETE) ().Teknik Sipil:FTSP,2019.Text