SEBARAN PERGERAKAN DAN KEBUTUHAN KERETA REL LISTRIK JAKARTA - BOGOR - DEPOK - TANGERANG - BEKASI
Pada umumnya, kota megapolitan memiliki tingkat pertumbuhan penduduk yang lebih tinggi dari kota-kota lainnya. Setiap kota dalam megapolitan memiliki keterkaitan satu dengan yang lain. Hal ini mengakibatkan munculnya kaum komuter. Salah satu moda transportasi yang melayani penumpang komuter adalah kereta rel listrik (KRL). Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis sebaran penumpang antar gate, serta jumlah kebutuhan KRL Jabodetabek. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pengumpulan data sekunder berupa jumlah penumpang antar stasiun, jaringan KRL, serta jumlah penduduk setiap zona. Selanjutnya, dilakukan analisis MAT sebaran pergerakan penduduk dan MAT pengguna KRL. Berdasarkan analisis, didapatkan informasi bahwa bangkitan penduduk Jabodetabek sebesar 2.581.946 orang per hari untuk setiap moda. Dari jumlah tersebut, 35,6% penduduk memilih menggunakan KRL. Stasiun Grogol dengan persentase pengguna KRL tertinggi sebesar 85% dan membutuhkan 40 frekuensi, dan Stasiun Cikoya dengan persentase pengguna KRL terendah sebesar 0,42% dan membutuhkan 4 frekuensi.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2019).SEBARAN PERGERAKAN DAN KEBUTUHAN KERETA REL LISTRIK JAKARTA - BOGOR - DEPOK - TANGERANG - BEKASI ().Teknik Sipil:FTSP
Chicago Style
.SEBARAN PERGERAKAN DAN KEBUTUHAN KERETA REL LISTRIK JAKARTA - BOGOR - DEPOK - TANGERANG - BEKASI ().Teknik Sipil:FTSP,2019.Text
MLA Style
.SEBARAN PERGERAKAN DAN KEBUTUHAN KERETA REL LISTRIK JAKARTA - BOGOR - DEPOK - TANGERANG - BEKASI ().Teknik Sipil:FTSP,2019.Text
Turabian Style
.SEBARAN PERGERAKAN DAN KEBUTUHAN KERETA REL LISTRIK JAKARTA - BOGOR - DEPOK - TANGERANG - BEKASI ().Teknik Sipil:FTSP,2019.Text