// <![CDATA[KAJIAN KELELAHAN PENGEMUDI BUS ANTAR KOTA ANTAR PROVINSI]]> 0416045901 - Dr. Dwi Prasetyanto, Ir., M.T Dosen Pembimbing 1 Siti Walfiaeini/22-2015-192 Penulis
Meningkatnya waktu bekerja pengemudi bus AKAP akan mengurangi waktu istirahat pengemudi bus AKAP. Banyak faktor yang mempengaruhi kelelehan, bukan hanya waktu isitirahat yang berkurang. Mengingat hal tersebut, penelitian ini akan mengkaji tingkat risiko kelelahan pengemudi bus antar kota antar provinsi. Populasi pada penelitian ini adalah pengemudi bus AKAP dengan trayek Bandung – Surabaya yang berjumlah 16 pengemudi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mendeskripsikan bahaya dan risiko kelelahan dan dilakukan analisis tingkat risiko kelelahan pada pengemudi bus AKAP untuk menentukan level of risk. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer dari hasil wawancara dan data sekunder. Analisis dan pembahasan dalam penelitian ini memperhitungkan dua nilai, yaitu nilai Consequences dan nilai Likelihood. Hasil analisis didapatkan faktor-faktor yang mempengaruhi kelelahan pengemudi diantaranya, faktor umur, durasi mengemudi, waktu istirahat, kondisi fisik, shift kerja, lingkungan kerja, waktu dan kualitas tidur serta faktor stress. Dari 16 pengemudi didapatkan sebanyak 75 % pengemudi termasuk kedalam kategori risiko kelelahan tinggi.