ANALISIS BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN ANGKUTAN KOTA (STUDI KASUS : TRAYEK ABDUL MUIS – CICAHEUM VIA ACEH)
Angkot dengan trayek 01B Abdul Muis - Cicaheum (via Aceh) terbilang cukup sepi pengguna akibat rendahnya permintaan penumpang untuk menggunakan angkutan kota dengan alasan dan kepentingan yang beragam sehingga membuat para awak kendaraan angkot trayek ini sering mengeluh dengan mulai naiknya harga barang dalam operasional kendaraan yang tidak sejalan dengan pendapatan mereka yang cenderung menurun. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara. Perhitungan dan analisis data dilakukan berdasarkan Pedoman Teknis Dirjen Perhubungan Darat No: SK.678/AJ.206/2002. Hasil penelitian menunjukan bahwa total biaya operasional kendaraan yang harus dikeluarkan adalah sebesar Rp. 63.460.625,-/tahun. Pendapatan bersih per tahun awak kendaraan setelah menanggung Biaya Operasional Kendaraan adalah sebesar Rp.22.932.000,-/tahun lebih besar daripada pengusaha angkutan kota yang memperoleh pendapatan bersih sebesar Rp. 29.419.375,-/tahun. Pendapatan awak kendaraan dan
pengusaha angkutan kota ini tergolong kecil, tidak sepadan dengan modal dan tingkat kesulitan usaha yang dijalankan.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2019).ANALISIS BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN ANGKUTAN KOTA (STUDI KASUS : TRAYEK ABDUL MUIS – CICAHEUM VIA ACEH) ().Teknik Sipil:FTSP
Chicago Style
.ANALISIS BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN ANGKUTAN KOTA (STUDI KASUS : TRAYEK ABDUL MUIS – CICAHEUM VIA ACEH) ().Teknik Sipil:FTSP,2019.Text
MLA Style
.ANALISIS BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN ANGKUTAN KOTA (STUDI KASUS : TRAYEK ABDUL MUIS – CICAHEUM VIA ACEH) ().Teknik Sipil:FTSP,2019.Text
Turabian Style
.ANALISIS BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN ANGKUTAN KOTA (STUDI KASUS : TRAYEK ABDUL MUIS – CICAHEUM VIA ACEH) ().Teknik Sipil:FTSP,2019.Text