// <![CDATA[KAJIAN PENGGUNAAN RECLAIMED ASPHALT PAVEMENT DALAM CAMPURAN LAPIS TIPIS BETON ASPAL]]> Ranna Kurnia, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 Welly Pradipta, S.T.,M.T. Dosen Pembimbing 2 I. Wayan Aikyam Suyanca/22 2013 207 Penulis
Persedian material alam yang mulai menipis membuat harga material tersebut semakin mahal, maka dibutuhkan suatu inovasi dalam pembangunan dan rehabilitasi perkerasan jalan. Salah satu inovasi daur ulang aspal adalah penggunaan Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) yaitu material bekas hot mix hasil dari penggalian cold milling. Penelitian ini bertujuan untuk menggunakan kembali material perkerasan bekas dalam campuran Lapis Tipis Beton Aspal dengan menggunakan aspal pen 60/70 yang mengacu pada Spesifikasi Bina Marga 2018. Prosentase RAP yang digunakan adalah sebesar 0%, 15% dan 30%. Hasil pengujian Marshall menunjukan bahwa campuran dengan menggunakan RAP 0% memiliki KAO 7,15% yang menghasilkan nilai stabilitas sebesar 1606,67 kg, VIM sebesar 5,43%, VMA sebesar 18,46%, VFA sebesar 70,59% dan flow sebesar 3,15 mm. Campuran RAP 15% memiliki KAO 6,85% yang menghasilkan nilai stabilitas sebesar 1694,33 kg, VIM sebesar 4,73%, VMA sebesar 17,85%, VFA sebesar 73,52% dan flow sebesar 2,98 mm dan campuran RAP 30% memiliki KAO 6,77% yang menghasilkan nilai stabilitas sebesar 1645,33 kg, VIM sebesar 4,38%, VMA sebesar 17,55%, VFA sebesar 75,06% dan flow sebesar 2,97 mm. Hasil penelitian ini penggunaan RAP 15% merupakan presentase yang baik untuk campuran lapis tipis beton aspal.