// <![CDATA[EVALUASI POLA TANAM DAN JADWAL TANAM DAERAH IRIGASI CIRASEA KECAMATAN CIPARAY KABUPATEN BANDUNG]]> Dr. Winskayati Ir., Sp 1 Dosen Pembimbing 1 Salsabila Abistha Putri Admianda/22-2015-179 Penulis
Irigasi adalah usaha penyediaan, pengaturan, dan pembuangan air irigasi untuk menunjang pertanian. Faktor yang mempengaruhi penggunaan air irigasi adalah ketersediaan air dan kebutuhan air harus terpenuhi agar tidak terjadi kegagalan panen. Kecamatan Ciparay merupakan salah satu daerah produksi padi andalan di Jawa Barat. Sumber air yang mengairi sawah bersumber dari Irigasi Cirasea seluas 2470 ha. Irigasi Cirasea memiliki permasalahan yaitu terjadinya kekurangan air masa tanam II Oktober I dengan pola tanam eksisting padi MT I seluas 2470 ha, padi MT II seluas 2005 ha, palawija 332,5 ha, padi MT III seluas 651,5 ha dan palawija 1669 ha, maka dilakukan evaluasi pola tanam dan jadwal tanam yang sesuai dengan merubah pola tanam dan jadwal tanam eksisting. Perhitungan dilakukan dengan analisis kebutuhan air metode NFR dan metode SKA. Hasil dari analisis metode NFR awal tanam November II yaitu luas areal maksimum yang didapatkan 1864 ha. Hasil dari analisis metode SKA yaitu alternatif pola tanam dan jadwal tanam yang sesuai untuk DI. Cirasea setelah dilakukan percobaan perubahan pada luas areal yang ditanami dari kondisi eksisting dengan padi MT I seluas 1905 ha, palawija 565 ha, padi MT II seluas 206 ha, palawija 2214 ha, dan palawija MT III seluas 777 ha, sehingga kebutuhan air terpenuhi dari ketersediaan air.