// <![CDATA[IDENTIFIKASI PERUBAHAN GARIS PANTAI SERTA DAMPAKNYA TERHADAP GUNA LAHAN WILAYAH PESISIR (Studi Kasus:]]> 0410038206 - Thonas Indra Maryanto, S.Kel., M.T. Dosen Pembimbing 1 Pratiwi Putri Tama/23-2013-056 Penulis
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk identifikasi perubahan garis pantai serta dampaknya terhadap guna lahan wilayah pesisir. Berawal dari pengumpulan data primer dan data sekunder yaitu citra Satelit Landsat 5, Landsat 7, Landsat 8 dan batas admistrasi. Metodologi yang digunakan dalam penelitian yaitu koreksi radiometrik, geometrik, menentukan batas air dan darat menggunakan rumus BILKO untuk delineasi garis pantai, melakukan proses digitasi abrasi dan sedimentasi selanjutnya melakukan overlay, dalam peneltian ini juga menggunakan klasifikasi supervised sebagai data penunjang analisis guna lahan. Hasil dari penelitian ini pada tahun 1995 di Kecamatan Padang Barat memiliki panjang garis pantai ±5 km sedangkan pada tahun 2000-2013 panjang garis pantai ±4 km hal ini dikarenakan terjadinya abrasi di pesisir pantai dengan laju pertahunnya ±0,51 ha. Mundurnya garis pantai dari data citra terbaru terhadap citra sebelumnya disebut abrasi, garis pantai yang mendekati daratan akan menimbulkan persoalan-persoalan yang menjadi dampak negatif pada daerah pesisir, yaitu terganggunya insfrastruktur yang berbatasan langsung dengan pantai seperti jalan dan daerah pembangunan, pada daerah tersebut tidak ada pencegahan seperti memasang bebatuan dan pemecah ombak untuk menahan laju pergeseran garis pantai dan abrasi, hal ini sangat memprihatinkan karena bisa mempercepat laju abrasi dan menjadikan garis pantai terus menjorok ke daratan.