// <![CDATA[PEMANTAUAN KEKERINGAN MENGGUNAKAN CITRA SATELIT LANDSAT 8 (Studi Kasus :]]> 0402038204 - Rika Hernawati, S.T M.T Dosen Pembimbing 1 Muhammad Iqbal/23-2012-051 Penulis
Kekeringan di Kabupaten Indramayu terjadi pada tahun 2013 sampai dengan 2015. Hal tersebut mengakibatkan kurangnya ketersediaan pasokan air pada daerah yang mengalami kekeringan. Pemanfaatan teknologi penginderaan jauh dari data Citra Satelit Landsat 8 dengan menggunakan indeks vegetasi NMDI (Normalized Multi-band Drought Index) dapat digunakan untuk memantau daerah yang diindikasikan mengalami kekeringan di Kabupaten Indramayu berdasarkan nilai rentang 0-0.6 kelembaban rendah (kering), 0.6–0.7 kelembaban sedang, dan 0.7–1 kelembaban tinggi, dengan menggunakan indeks vegetasi NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) sebagai data pendukung untuk mengetahui pola spasial wilayah yang diindikasikan kekeringan berdasarkan nilai rentang -1–0.1 tidak ada vegetasi, 0.1–0.4 vegetasi rendah (kering), 0.4–0.7 vegetasi sedang, dan 0.7–1 vegetasi tinggi. Hasil dari pemantauan tersebut, kekeringan mengalami peningkatan dan penurunan dari tahun ke tahun. Berdasarkan algoritma NMDI, pada tahun 2013 luas lahan dengan kelembaban rendah mencapai ±178.330 Ha, tahun 2014 seluas ±164.631 Ha, dan tahun 2015 seluas ± 169.205 Ha. Berdasarkan algoritma NDVI, pada tahun 2013 luas lahan dengan vegetasi rendah mencapai ±122.972 Ha, tahun 2014 seluas ±147,459 Ha, dan tahun 2015 seluas ± 131.794.