DAMPAK PERUBAHAN JUMLAH PENDUDUK TERHADAP ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN ANTARA TAHUN 2010 KE TAHUN 2016 (STUDI KASUS : KABUPATEN CIREBON)
Kabupaten Cirebon merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat yang mempunyai jumlah penduduk cukup besar. Dari tahun 2010 hingga 2016, di Kabupaten Cirebon terjadi peningkatan jumlah penduduk yang mengakibatkanadanya peningkatan kebutuhan lahan dan banyak terjadi alih fungsi lahan di daerah yang dekat dengan pusat pemerintahan dan pusat pertumbuhan kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak perubahan jumlah penduduk terhadap alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Cirebon antara tahun 2010 ke
tahun 2016 Penelitian ini menggunakan metode Geometric Rate of Growth, eksponensial, overlay, dan analisis korelasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa dampak perubahan jumlah penduduk terhadap alih fungsi lahan pertanian adalah rendah positif yaitu sebesar 0,339. Namun korelasi antara keduanya adalah rendah artinya perubahan jumlah penduduk memiliki dampak yang kecil terhadap alih fungsi lahan pertanian. Positif artinya jika perubahan jumlah penduduk semakin tinggi, maka alih fungsi lahan pertanian yang terjadi akan semakin besar.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2017).DAMPAK PERUBAHAN JUMLAH PENDUDUK TERHADAP ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN ANTARA TAHUN 2010 KE TAHUN 2016 (STUDI KASUS : KABUPATEN CIREBON) ().Teknik Geodesi:FTSP
Chicago Style
.DAMPAK PERUBAHAN JUMLAH PENDUDUK TERHADAP ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN ANTARA TAHUN 2010 KE TAHUN 2016 (STUDI KASUS : KABUPATEN CIREBON) ().Teknik Geodesi:FTSP,2017.Text
MLA Style
.DAMPAK PERUBAHAN JUMLAH PENDUDUK TERHADAP ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN ANTARA TAHUN 2010 KE TAHUN 2016 (STUDI KASUS : KABUPATEN CIREBON) ().Teknik Geodesi:FTSP,2017.Text
Turabian Style
.DAMPAK PERUBAHAN JUMLAH PENDUDUK TERHADAP ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN ANTARA TAHUN 2010 KE TAHUN 2016 (STUDI KASUS : KABUPATEN CIREBON) ().Teknik Geodesi:FTSP,2017.Text