IDENTIFIKASI SEBARAN TERDUGA UXO DI DASAR LAUT PERAIRAN SURABAYA MENGGUNAKAN ANOMALI MAGNETIK
UXO merupakan sisa persenjatan perang yang ditinggalkan atau ditempatkan sedemikian rupa dan memiliki potensi untuk meledak. Perairan Surabaya merupakan salah satu lokasi penebaran ranjau laut oleh pihak Jepang sebagai tindakan defensif untuk menghalau tentara Jerman pada masa Perang Dunia II. Anomali magnetik digunakan untuk mendeteksi UXO yang diduga masih tersebar di Perairan Surabaya melalui intepretasi besar nilai anomali magnetik dari data magnetometer menggunakan parameter respon magnetik [Subarsyah, 2009] dan untuk validasi bentuk dan bayangan
nya digunakan data citra side scan sonar. Dalam penelitian ini diperoleh sebanyak 18 anomali magnetik yang diduga sebagai UXO yang terkubur di dasar laut, namun tidak ditemukan bentuk dan bayangan yang menyerupai UXO dari hasil intepretasi citra side scan sonar di Perairan Surabaya.
Pola sebaran dari terduga UXO menyebar secara acak di area studi, walaupun ada yang mengelompok. Diketahui bahwa jarak terdekat rata-rata antar UXO adalah sekitar 85 meter untuk titik yang menyebar secara acak, sedangkan jarak rata-rata dari titik UXO yang mengelompok adalah sekitar 10 meter.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2017).IDENTIFIKASI SEBARAN TERDUGA UXO DI DASAR LAUT PERAIRAN SURABAYA MENGGUNAKAN ANOMALI MAGNETIK ().Teknik Geodesi:FTSP
Chicago Style
.IDENTIFIKASI SEBARAN TERDUGA UXO DI DASAR LAUT PERAIRAN SURABAYA MENGGUNAKAN ANOMALI MAGNETIK ().Teknik Geodesi:FTSP,2017.Text
MLA Style
.IDENTIFIKASI SEBARAN TERDUGA UXO DI DASAR LAUT PERAIRAN SURABAYA MENGGUNAKAN ANOMALI MAGNETIK ().Teknik Geodesi:FTSP,2017.Text
Turabian Style
.IDENTIFIKASI SEBARAN TERDUGA UXO DI DASAR LAUT PERAIRAN SURABAYA MENGGUNAKAN ANOMALI MAGNETIK ().Teknik Geodesi:FTSP,2017.Text