TRANSFORMASI DATUM DGN-95 KE SRGI 2013 DI WILAYAH PROVINSI JAWA BARAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE BURSA-WOLF
Kebijakan Satu Peta (One Map Policy) yang dicanang pemerintah memberikan konsekuensi. Konsekuensi ini meliputi perubahan datum, elipsoid, system proyeksi serta koordinat. Saat ini banyak peta yang belum seragam dan perlu untuk disatukan. Pada tahun 2013, Badan Informasi Geospasial (BIG) telah menetapkan sistem koordinat baru yang disebut dengan Sistem Referensi Geospasial Indonesia 2013 (SRGI 2013). Koordinat titik dan peta yang masih menggunakan sistem diluar SRGI 2013 wajib untuk ditransformasikan. Transformasi dapat dilakukan dengan beberapa metode, diantaranya adalah metode Bursa-Wolf. Dalam penelitian ini akan dilakukan transformasi datum yang memiliki sistem koordinat DGN-95 ke SRGI 2013 dengan wilayah sekitar Provinsi Jawa Barat. Penentuan parameter transformasi akan dilakukan menggunakan hitung perataan kuadrat terkecil (least square) cara kombinasi. Proses transformasi dilakukan dengan menggunakan lima titik sekutu yang diketahui koordinatnya dalam kedua sistem koordinat. Dari hasil parameter yang didapat, dilakukan uji konformabilitas untuk mengetahui perubahan sudut, jarak, pergeseran titik dan skala. Perhitungan dilakukan pada titik sebelum transformasi dan sesudah transformasi. Hasil akhir menunjukkan bahwa metode ini memberikan hasil dimana jaringan titik mengalami perubahan pada sudut dan jarak tetapi tidak berubah pada skala.
Detail Information
Citation
APA Style
. ().TRANSFORMASI DATUM DGN-95 KE SRGI 2013 DI WILAYAH PROVINSI JAWA BARAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE BURSA-WOLF ().:
Chicago Style
.TRANSFORMASI DATUM DGN-95 KE SRGI 2013 DI WILAYAH PROVINSI JAWA BARAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE BURSA-WOLF ().:,.Text
MLA Style
.TRANSFORMASI DATUM DGN-95 KE SRGI 2013 DI WILAYAH PROVINSI JAWA BARAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE BURSA-WOLF ().:,.Text
Turabian Style
.TRANSFORMASI DATUM DGN-95 KE SRGI 2013 DI WILAYAH PROVINSI JAWA BARAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE BURSA-WOLF ().:,.Text