PENERAPAN HITUNG PERATAAN BERKENDALA PADA JARING GPS
Secara teoritik, pengolahan data hasil pengukuran GPS dilakukan dalam dua tahap, yaitu: perataan baseline, yang bertujuan untuk menghasilkan komponen vector baseline (ΔX, ΔY, ΔZ) dan dilanjutkan dengan perataan jaring untuk mendapatkan koordinat dan ketelitian titik menggunakan komponen dari vektor baseline tersebut. Penelitian ini membahas implementasi pererapan hitung perataan berkendala pada jaring GPS yang memiiki tiga titik ikat dengan orde yang berbeda. Proses hitung perataan tersebut dilakukan menggunakan hitung perataan kuadrat terkecil, dengan mengacu pada hasil parameter elips kesalahan terkecil. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan pada hitung perataan jaring tidak berkendala memiliki nilai parameter elips yang lebih tinggi dibandingkan dengan perataan jaring berkendala, namun parameter tersebut mencerminkan keadaan titik sebenarnya. Penerapan hitung perataan tersebut menghasilkan ketelititan horizontal rata-rata sebesar ± 0.131 m dan ± 0.110 m serta nilai ketelitian posisi vertikal ± 0.061 m dan ± 0.073 m.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2017).PENERAPAN HITUNG PERATAAN BERKENDALA PADA JARING GPS ().Teknik Geodesi:FTSP
Chicago Style
.PENERAPAN HITUNG PERATAAN BERKENDALA PADA JARING GPS ().Teknik Geodesi:FTSP,2017.Text
MLA Style
.PENERAPAN HITUNG PERATAAN BERKENDALA PADA JARING GPS ().Teknik Geodesi:FTSP,2017.Text
Turabian Style
.PENERAPAN HITUNG PERATAAN BERKENDALA PADA JARING GPS ().Teknik Geodesi:FTSP,2017.Text