// <![CDATA[IDENTIFIKASI PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN BERDASARKAN CITRA SATELIT LANDSAT HASIL KLASIFIKASI METODE CHANGE VECTOR ANALYSIS (Studi Kasus:]]> 0412017610 - Dr. Soni Darmawan, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 Filza Aziza/23-2013-075 Penulis
Pada dewasa ini, Kota Bandung merupakan wilayah yang memiliki tingkat perubahan tutupan lahan sangat tinggi. Salah satu faktor tersebut disebabkan karena adanya pertumbuhan penduduk yang meningkat. Hal tersebut didukung dengan fakta bahwa Kota Bandung adalah kota tujuan urbanisasi. Pada penelitian ini diperlukan metode alternatif guna mengetahui seberapa banyak dan bagaimana perkembangan perubahan tutupan lahan yang terjadi. Metode yang digunakan adalah klasifikasi CVA dan metode maximum likelihood sebagai data pendukung untuk mengetahui spesifik kelas tutupan lahan dengan menggunakan data citra Landsat 5 tahun 1989 dan tahun 1998 serta Landsat 8 tahun 2015. Proses pra pengolahan yang dilakukan meliputi koreksi geometrik dan radiometrik selanjutnya dilakukan proses klasifikasi CVA berdasarkan perhitungan NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) dan BI (Bare Soil Index ) dan proses klasifikasi Maximum Likelihood dengan membuat training sample. Hasil klasifikasi CVA tahun 1989-1998 diperoleh hasil bahwa perubahan tutupan lahan paling dominan terjadi pada penurunan daerah kering seluas 34.973 Ha. Sedangkan tahun 1998-2015 perubahan paling dominan terjadi pada peningkatan lahan kosong seluas 43.490 Ha. Dengan hasil klasifikasi maximum likelihood tahun 1989-1998 diperoleh peningkatan terjadi pada lahan kosong sebesar 7.754 Ha dan permukiman sebesar 1.241 Ha. Sedangkan pada tahun 1998-2015 peningkatan hanya terjadi pada permukiman sebesar 5.128 Ha. Berdasarkan hasil tersebut, metode klasifikasi CVA hanya dapat menunjukkan dimensi peningkatan atau penurunan terhadap suatu tutupan lahan dan metode maximum likelihood sebagai metode pendukung untuk menentukan objek tutupan lahan secara spesifik. Dari hasil kedua metode diketahui peningkatan yang selalu terjadi yakni pada kelas lahan kosong dan permukiman, maka dilakukannya analisis perkembangan pemukiman yang paling signifikan pada tahun 1989-1998 terjadi pada kecamatan Cicadas. Sedangkan pada tahun 1998-2015 terjadi pada kecamatan Cibiru.