// <![CDATA[MONITORING DEFORMASI TEKTONIK PULAU LOMBOK BERDASARKAN DATA PENGAMATAN GNSS TAHUN 2013-2016]]> Bambang Rudianto, Ir., MT., Dosen Pembimbing 1 Riko Maiyudi, S.T., M.T Dosen Pembimbing 2 Angga Pratama/23-2013-087 Penulis Drs. Cecep Sulaeman, M.Si., Nip Dosen Pembimbing 3
Pulau Lombok terletak pada busur vulkanik yang dihasilkan akibat subduksi antara Lempeng Indo-Australia yang bergerak ke utara dan Lempeng Eurasia yang bergerak ke tenggara. Pulau ini merupakan salah satu dari banyak wilayah di Indonesia yang rawandan berpotensi terjadinya gempa bumi dan tsunami. Bencana gempa bumi terakhir terjadi pada 31 Maret 2016. Terdapat beberapa metode untuk meneliti pergerakan lempeng yang menjadi salah satu parameter terjadinya gempa bumi, salah satunya adalah survei deformasi. Penelitian ini bertujuan sebagai studi awal dalam penentuan besarnya deformasi yang terjadi pada Pulau Lombok serta menentukan kecepatan dan arahpergeseran. Metode yang digunakan adalah survei satelit. Dengan menggunakan data pengamatan GNSS tahun 2013-2016 menghasilkan informasi bahwa pulau Lombok mengalami deformasi ke timur laut dengan kecepatan pergeseran mulai dari 5.57 mm/th hingga 21.86 mm/th.