// <![CDATA[ANALISIS KETELITIAN ORTHOREKTIFIKASI CITRA SATELIT SENTINEL ( Studi kasus :]]> 0412017610 - Dr. Soni Darmawan, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 Sentot Sadewa/23-2010-019 Penulis
Pembuatan peta dengan mengggunakan satelit pengindraan jauh dinilai efektif dengan cakupan yang luas, biaya yang murah, proses yang lebih cepat. Banyak satelit yang telah menyediakan data pengindraan jauh baik sensor aktif maupun sensor pasif, serta citra dengan resolusi tinggi, resolusi sedang, dan resolusi rendah. Sensor yang aktif memiliki kelebihan yaitu proses pengambilan data yang bisa dilakukan pada siang dan malam hari, menggunakan gelombang elektromagnetik radar sehingga tidak terganggu dengan tutupan awan dan tidak terpengaruh oleh kendala cuaca. Salah satu metode yang digunakan untuk sensor aktif adalah Synthetic Apperture Radar. Penelitian ini menggunakan data sentinel-1 yang akan diolah melalui tahapan ortorektifikasi. Pada tahapan ini citra sentinel-1 yang belum memliki koordinat lapangan akan memiliki koordinat lapangan. Metode ortorektifikasi yang digunakan adalah metode Range Doppler Terrain Correction. Hasil dari ortorektifikasi tersebut kemudian akan dibandingkan dengan titik ICP pada citra Landsat dan Google Earth. Setelah dikaji dengan data pembanding, hasil ukuran ICP dilapangan menggunakan Citra Landsat dan Google Earth. Citra sentinel menghasilkan nilai RMSe yang besar.