// <![CDATA[IDENTIFIKASI PERUBAHAN MORFOMETRI SUNGAI DAN WADUK BERDASARKAN CITRA SATELIT LANDSAT]]> 0412017610 - Dr. Soni Darmawan, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 Riadi Fadli Mutakin/23-2013-069 Penulis
DAS Citarum merupakan Daerah Aliran Sungai terbesar yang ada di Jawa Barat. Di kawasan tersebut terdapat sungai besar dan terpanjang di Jawa Barat yakni sungai Citarum serta 3 waduk besar penghasil utama listrik Jawa-Bali yakni Saguling, Cirata, dan Jatiluhur. Kondisi sungai dan waduk tersebut mengalami perubahan karena adanya sedimentasi dan alih fungsi lahan sehingga mengakibatkan penyempitan serta pendangkalan sungai dan waduk diwilayah tersebut. Untuk itu perlu adanya pemantauan yang dilakukan dengan teknologi pengindraan jauh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan metode yang tepat dalam mengetahui perubahan morfometri, mengetahui kondisi morfometri serta mengetahui perubahan morfometri sungai dan waduk pada wilayah DAS Citarum. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini antara lain mengumpulkan citra satelit Landsat time series dengan waktu dari tahun 1995, 2003, dan 2015. Tahap selanjutnya proses pra-pengolahan citra dengan melakukan koreksi radiometrik dan geometrik pada masing-masing data citra. Metode yang digunakan untuk membedakan objek darat dan air menggunakan formula BILKO dan AGSO. Pemisah antara daratan dan perairan dapat dilihat dari nilai reflektansi dan visualisasi citra hasil pengolahan formula tersebut. Proses deliniasi sungai dilakukan berdasarkan nilai reflektansi air dengan rentang nilai antara 0,997-0,9996. Serta penghitungan luasan waduk menggunakan fitur Density Slice. Penelitian ini menghasilkan bahwa perubahan morfometri sungai dan waduk dapat secara optimal di identifikasi menggunakan metode BILKO. Kondisi morfometri sungai Citarum di wilayah Sapan, Ciparay, Bojongsoang, Dayeuhkolot, Kutawaringin mengalami perubahan lebih dominan disebabkan karena adanya pelurusan sungai yang terjadi di wilayah kabupaten Bandung serta perubahan luasan waduk Jatiluhur, Cirata, dan Saguling dipengaruhi oleh pergantian musim dan sedimentasi yang terjadi di wilayah DAS Citarum. Kondisi tersebut dapat berdampak pada kondisi lingkungan di wilayah DAS Citarum.