ESTIMASI BIOMASSA HUTAN BERBASIS TEKNOLOGI PENGINDRAAN JAUH (Studi kasus : Kabupaten Pandeglang)
Biomassa adalah total berat atau volume organisme dalam suatu area atau volume tertentu. Banyak cara mengestimasi biomassa hutan biasanya dengan metode pengukuran langsung ke lapangan. Namun metode tersebut sangat memakan waktu, biaya, dan tenaga yang besar. Saat ini, dikenal suatu metode pengindraan jauh menggunakan citra satelit. Tujuan penelitian untuk mengetahui cara mengestimasi biomassa hutan dengan menggunakan teknologi pengindraan jauh, menganalisis hubungan umur pohon terhadap biomassa, mengetahui seberapa besar biomassa dan bagaimana sebarannya. Metode menggunakan persamaan allometrik dan nilai digital pada setiap band citra Landsat 8 OLI. Penelitian ini mendapatkan hasil model terbaik yaitu hubungan band 3 terhadap biomassa dengan (R2=0,7) dengan persamaan regresinya adalah y = -400,4ln(x) – 1112. Model korelasi biomasssa dan umur memiliki hubungan dengan nilai (R2= 0,6). Hasil estimasi nilai biomassa 132,48 Ton/ha dengan sebaran pada daerah Labuhan, Mandalawangi, Banjaran, Pandeglang, Cadassari sebaran biomassanya > 200 ton, daerah Cigeulis, Panimbang, Munjul, Cikeusik, dan Cibaliung memiliki sebaran biomassa 50-100 ton dan 100-150 ton. Daerah Sumur, Cimanggu, dan Ujung Kulon memiliki sebaran biomassa beragam.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2017).ESTIMASI BIOMASSA HUTAN BERBASIS TEKNOLOGI PENGINDRAAN JAUH (Studi kasus : Kabupaten Pandeglang) ().Teknik Geodesi:FTSP
Chicago Style
.ESTIMASI BIOMASSA HUTAN BERBASIS TEKNOLOGI PENGINDRAAN JAUH (Studi kasus : Kabupaten Pandeglang) ().Teknik Geodesi:FTSP,2017.Text
MLA Style
.ESTIMASI BIOMASSA HUTAN BERBASIS TEKNOLOGI PENGINDRAAN JAUH (Studi kasus : Kabupaten Pandeglang) ().Teknik Geodesi:FTSP,2017.Text
Turabian Style
.ESTIMASI BIOMASSA HUTAN BERBASIS TEKNOLOGI PENGINDRAAN JAUH (Studi kasus : Kabupaten Pandeglang) ().Teknik Geodesi:FTSP,2017.Text