ESTIMASI BIOMASSA MANGROVE BERBASIS PENGINDRAAN JAUH (Studi Kasus: Kabupaten Subang, Jawa Barat)
Estimasi biomassa mangrove dapat diperoleh menggunakan teknologi pengindraan jauh. Dalam menghitung biomassa mangrove menggunakan teknologi pengindraan jauh digunakan model persamaan alometrik yang dapat dihasilkan dari hubungan antara indeks vegetasi dan data lapangan. Hingga saat ini terdapat beberapa model alometrik untuk menghitung biomassa mangrove berdasarkan pengindraan jauh dimana setiap model yang dihasilkan selalu berbeda-beda bergantung kepada wilayah, jenis mangrove, dan jumlah sampel. Penelitian ini bertujuan menentukan model persamaan alometrik yang terbaik, mengestimasi, dan membuat peta sebaran biomassa mangrove di Kabupaten Subang. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini antara lain pre-processing citra meliputi koreksi geometrik dan koreksi radiometrik, transformasi indeks vegetasi, menghitung biomassa menggunakan persamaan alometrik yang dibuat oleh Yusandi (2015), Frananda dkk (2015) dan Budi (2000), lalu divalidasi menggunakan biomassa lapangan yang dihitung menggunakan persamaan Brown (1997), validasi dilakukan dengan cara membandingkan nilai biomassa pada digital number dengan biomassa lapangan. Penelitian ini menghasilkan persamaan alometrik terbaik yaitu persamaan
Detail Information
Citation
APA Style
. (2017).ESTIMASI BIOMASSA MANGROVE BERBASIS PENGINDRAAN JAUH (Studi Kasus: Kabupaten Subang, Jawa Barat) ().Teknik Geodesi:FTSP
Chicago Style
.ESTIMASI BIOMASSA MANGROVE BERBASIS PENGINDRAAN JAUH (Studi Kasus: Kabupaten Subang, Jawa Barat) ().Teknik Geodesi:FTSP,2017.Text
MLA Style
.ESTIMASI BIOMASSA MANGROVE BERBASIS PENGINDRAAN JAUH (Studi Kasus: Kabupaten Subang, Jawa Barat) ().Teknik Geodesi:FTSP,2017.Text
Turabian Style
.ESTIMASI BIOMASSA MANGROVE BERBASIS PENGINDRAAN JAUH (Studi Kasus: Kabupaten Subang, Jawa Barat) ().Teknik Geodesi:FTSP,2017.Text