// <![CDATA[KLASIFIKASI DAN IDENTIFIKASI UMUR TANAMAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN CITRA SATELIT SPOT (Studi Kasus:]]> 0412017610 - Dr. Soni Darmawan, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 Tedy Setiadi M.R./23-2010-008 Penulis
Negara Indonesia merupakan negara berpenduduk terbanyak ke- 4 setelah China, India, dan Amerika Serikat. Menurut Bappenas dan United Nations Fund for Population Activities (UNFPA) pada tahun 2013 memproyeksikan bahwa jumlah penduduk Negara Indonesia akan bertambah menjadi 305.600.000 jiwa pada tahun 2035.Tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan tanaman perkebunan utama di Indonesia. Kelapa sawit menjadi komoditas penting dikarenakan mampu memiliki rendemen tertinggi dibandingkan minyak nabati lainnya yaitu dapat menghasilkan 5,5-7,3ton CPO/ha/tahun. Produktivitas tanaman kelapa sawit bergantung pada umur sawit. Kelapa sawit ditanam pada blok-blok yang tertentu sesuai masa tanamnya, Penginderaan jauh dapat mengklasifikasikan blok-blok sawit itu sesuai masa tanamnya. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengklasifikasikan kawasan kelapa sawit dan menginvestigasi hubungan antara digital number (DN) pada citra satelit dengan umur sawit. Pengolahan citra pada penelitian ini meliputi pra pengolahan, pengklasifikasian menggunakan teknik object based dengan metode klasifikasinya yakni maximum likelihood dan Support Vector Machine (SVM) dan membuat model persamaan umur sawit dari hasil Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) sehingga diperoleh peta umur sawit yang cukup akurat. Hasil dari penelitian ini adalah daerah perkebuna sawit dapat terklasifikasikan menggunakan penginderaan jauh dan metode klasifikasi Support Vector Machine merupakan metode pengklasifikasian yang terbaik di bandingkan dengan metode lainnya yang digunakan pada penelitian ini yakni sebesar 85.21 % dengan indek Kappa Koefisien 0.6504. Model persamaan yang dihasilkan dari penelitian ini adalah y = -2648.2x2 + 1254.4x - 111.41 dengan R2 = 0.7992. Model persamaan umur sawit ini menggunakan metode indeks vegetasi NDVI.