// <![CDATA[Identifikasi Tingkat Kelembapan Tanah Berbasis Citra Landsat 8 Menggunakan Metode NDSI (Normalized Difference Soil Index) (Studi Kasus:]]> 0402038204 - Rika Hernawati, S.T M.T Dosen Pembimbing 1 Maria Regina So’o/23-2014-099 Penulis
Kelembapan tanah adalah air yang mengisi sebagian atau seluruh pori- pori tanah yang berbeda diatas watertable. Kelembapan tanah merupakan faktor penting di dalam berbagai bidang. Informasi kelembapan tanah sangat penting bagi pakar pertanian sebagai penentu tingkat kelayuan tanaman, dengan diketahuinya informasi tingkat kelembapan tanah maka dapat dilakukan tindakan dalam hal penentuan waktu irigasi sehingga tepat sasaran dalam menyelamatkan pertanian. Aplikasi Pengindraan jauh menggunakan Citra Satelit Landsat 8 dapat digunakan sebagai alternatif untuk mengetahui tingkat kelembapan Tanah mengunakan teknik NDSI (Normalized Difference Soil Index) di Kabupaten Nagekeo tahun 2017. NDSI memfokuskan untuk melihat kondisi spektral tanah serta memiliki pengaruh respons radiometrik untuk mengamati kelembapan tanah Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kelembapan tanah menggunakan metode Normalized Difference Soil Index (NDSI) di Kabupaten Nagekeo Nusa Tenggara Timur. Hasil penelitian ini mengidentifikasi tingkat NDSI di Kab. Nagekeo diklasifikasikan kedalam 5 (lima) kelas, diantaranya tingkat lembab dengan rentang nilai (-0.4- (-0.27)) tingkat agak lembab dengan rentang nilai (-0.27-(-0.19) tingkat sedang dengan rentang nilai (-0.19- (-0.11) tingkat rendah dengan rentang nilai (- 0.11- (-0304) dan tingkat sangat rendah dengan rentang nilai (-0.0304- 0.0495).Berdasarkan peta guna lahan Kabupaten Nagekeo, jenis kelembapan yang sangat rendah pada identifikasi NDSI adalah semak belukar dan sawah tadah hujan, serta kelas kelembapan tanah yang tergolong lembap adalah perkebunan, dan tingkat rendah adalah semak belukar.