DETEKSI PERUBAHAN GARIS PANTAI MENGGUNAKAN APLIKASI DIGITAL SHORELINE ANALYSIS SYSTEM (DSAS) (Studi Kasus : Pesisir Kabupaten Karawang)
Abrasi dan akresi yang terjadi di wilayah pesisir Kabupaten Karawang akibat aktivitas manusia dan alam sudah cukup parah. Abrasi dan akresi yang terjadi berdampak langsung pada penurunan kualitas hidup masyarakat yang bermukim di sekitar wilayah pesisir. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jarak dan kelajuan perubahan garis pantai serta mengetahui perubahan abrasi dan akresi maksimum di pesisir Kabupaten Karawang. Perhitungan perubahan garis pantai menggunakan aplikasi Digital Shoreline Analysis System (DSAS) dengan metode statistik Net Shoreline Movement (NSM) dan End Point Rate (EPR). Abrasi terparah terjadi pada segmen 5 di Kecamatan Tirtajaya dengan 29.66% abrasi dan akresi terparah terjadi pada segmen 16 di Kecamatan Cilamaya Wetan dengan 25.68%. Rata - rata keseluruhan abrasi di pesisir Kabupaten Karawang mencapai -101.28 m dengan kelajuan -3.64 m/tahun. Pola abrasi yang terjadi di pesisir Kabupaten Karawang cendrung mengarah ke barat. Rata - rata keseluruhan akresi di pesisir Kabupaten Karawang mencapai 195.63 m dengan kelajuan 7.04 m/tahun. Pola abrasi yang terjadi di pesisir Kabupaten Karawang cendrung mengarah ke timur.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2019).DETEKSI PERUBAHAN GARIS PANTAI MENGGUNAKAN APLIKASI DIGITAL SHORELINE ANALYSIS SYSTEM (DSAS) (Studi Kasus : Pesisir Kabupaten Karawang) ().Teknik Geodesi:FTSP
Chicago Style
.DETEKSI PERUBAHAN GARIS PANTAI MENGGUNAKAN APLIKASI DIGITAL SHORELINE ANALYSIS SYSTEM (DSAS) (Studi Kasus : Pesisir Kabupaten Karawang) ().Teknik Geodesi:FTSP,2019.Text
MLA Style
.DETEKSI PERUBAHAN GARIS PANTAI MENGGUNAKAN APLIKASI DIGITAL SHORELINE ANALYSIS SYSTEM (DSAS) (Studi Kasus : Pesisir Kabupaten Karawang) ().Teknik Geodesi:FTSP,2019.Text
Turabian Style
.DETEKSI PERUBAHAN GARIS PANTAI MENGGUNAKAN APLIKASI DIGITAL SHORELINE ANALYSIS SYSTEM (DSAS) (Studi Kasus : Pesisir Kabupaten Karawang) ().Teknik Geodesi:FTSP,2019.Text