// <![CDATA[KAJIAN ZONA RAWAN BENCANA ABU VULKANIK GUNUNG BROMO – JAWA TIMUR]]> 0411127504 - Dr.rer.nat. Dian Noor Handiani, S.Si., M.T. Dosen Pembimbing 1 MUHAMMAD IHSAN ABDILLAH/23-2015-080 Penulis Yudhi Wahyudi, S.T., M.T Dosen Pembimbing 2
Letusan gunungapi memiliki dampak yang berbahaya, salah satunya abu vulkanik. Upaya mitigasi pra-bencana meminimalikan jatuhnya korban jiwa salah satunya melalui pemetaan zona rawan bencana gunungapi. Penelitian ini mengkaji zona rawan bencana sebaran abu vulkanik Gunungapi Bromo dengan menganalisis faktor elemen bahaya, geografis fisik, lingkungan, sosial, dan budaya. Faktor-faktor tersebut dijadikan kriteria-kriteria (analisis multikriteria) dalam pengambilan keputusan (metode Multi Criteria Decision Making, MCDM), serta dihitung menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Kriteria-kriteria yang ditentukan, diberi bobot, dan peringkat (ranking), kemudian dikalikan serta dijumlahkan, sehingga dihasilkan skor tertentu. Hasil skor dimasukkan dalam matriks keputusan, dan diproses dengan modul overlay pada software ArcGIS. Hasilnya adalah klasifikasi zona kerawanan yang terbagi tiga, yaitu rendah (zona I), sedang (zona II), dan tinggi (zona III). Luas total zona kerawanan adalah 48.052,72 ha dengan klasifikasi beragam, yaitu kerawanan rendah seluas 32.164,97 ha, sedang 14.857,96 ha, dan tinggi 1.029,342 ha. Hasil inipun menunjukkan kerawanan rendah dan sedang mendominasi zona rawan abu vulkanik di Gunungapi Bromo. Terdapat 18 desa rawan bencana dan 3 desa berpotensi rawan bencana jatuhan abu vulkanik Gunungapi Bromo. Desa-desa tersebut berada di empat kabupaten, yaitu Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang. Di Kabupaten Probolinggo rawan sedang dan tinggi mendominasi, dan rawan rendah dominan di Kabupaten Malang.