// <![CDATA[ANALISIS KETERKAITAN PARAMETER POLUSI UDARA PM2.5 DAN PM10 DENGAN LAND SURFACE TEMPERATURE (LST) BERBASISKAN CITRA SATELIT LANDSAT 7ETM+ DAN LANDSAT 8OLI/TIRS DI KOTA BANDUNG]]> 0402038204 - Rika Hernawati, S.T M.T Dosen Pembimbing 1 AAB R. ABDULLAH/23-2015-028 Penulis
Kota Bandung merupakan salah satu kota yang sedang berkembang dalam hal populasi, ekonomi dan infrastruktur. Perkembangan tersebut akan berpengaruh terhadap sisi ekologis dengan menurunnya kuantitas dan kualitas tutupan lahan berupa vegetasi. Hal ini dapat berkaitan dengan meningkatnya pencemaran atau polusi udara di Kota Bandung. Dengan demikian perlu dilakukan penelitian mengenai keterkaitan Land Surface Temperature (LST) dengan salah satu parameter polusi udara yaitu Particulate Matter (PM) 2.5 dan 10. Penelitian ini ditujukan untuk memberikan informasi mengenai keadaan dan perubahan LST dan PM di Kota Bandung dengan menggunakan data primer citra Landsat 7 ETM+ dan Landsat 8 OLI/TIRS tahun 2008, 2018 dan 2019 yang telah dilakukan koreksi atmosfer radiometrik dan geometrik. Dalam perhitungan LST menggunakan metode Mono Window yang memanfaatkan band thermal untuk mengetahui kecerahan suhu dan multispektral yang dipergunakan untuk menentukan indeks vegetasi, proporsi vegetasi dan land surface emissivity. Untuk menentukan PM2.5 dapat dilakukan dengan mengektraksi AOT, LST dan TVDI sedangkan PM10 dapat dilakukan perhitungan dengan algoritma yang memanfaatkan band visible yang telah tereflektansi dan data AOT. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan citra pada tahun 2008, 2018 dan 2019 di Kota Bandung Bandung, dapat disimpulkan bahwa hasil korelasi antara PM dan LST bernilai positif, yang artinya apabila nilai estimasi LST rendah, maka PM yang dihasilkan kecil sedangkan apabila nilai estimasi LST tinggi, maka konsentrasi PM yang dihasilkan besar.