// <![CDATA[ANALISIS DEFORMASI GUNUNGAPI SINABUNG BERDASARKAN DATA PENGAMATAN GPS KINEMATIK TAHUN 2016-2017]]> Umar Rosadi, S.T Dosen Pembimbing 2 Dr. Henri Kuncoro, S.T., M.T Dosen Pembimbing 1 MUHAMMAD FAZRI SOPIAN/23-2015-049 Penulis
Gunung Sinabung merupakan salah satu gunungapi di Dataran Tinggi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Indonesia. Letusan-letusan gunungapi umumnya didahului dengan beberapa gejala dan fenomena awal, seperti meningkatnya aktivitas seismik, terjadinya deformasi dari tubuh gunungapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besar pergeseran pada setiap titik-titik pos pengamatan GPS pada saat terjadinya aktivitas erupsi/letusan Gunungapi Sinabung, serta mengetahui fenomena deformasi yang terjadi ketika aktivitas erupsi pada setiap stasiun pengamatan GPS yang digunakan. Stasiun GPS pengamatan yang digunakan adalah MRDG (Mardinging), LKWR (Laukawar), KBYK (Kabayakan), dan stasiun GPS yang menjadi titik referensi adalah SNBG (Sinabung). Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mengumpulkan data pengamatan GPS kontinyu dari setiap titik pos pengamatan GPS yang berada di Gunungapi Sinabung pada tahun 2016-2017. Proses pengolahan data menggunakan software TRACK 1.30 yang bertujuan untuk mendapatkan hasil pergeseran dari setiap pos pengamatan GPS dengan menggunakan automatic bath processing. Pada tanggal 22 Mei 2016, pergeseran horizontal dan vertikal pada kedua stasiun pengamatan yang digunakan pada saat event terjadinya erupsi titik-titik tersebut mengarah ke Barat Daya, dan kembali lagi kearah Timur Laut, dengan nilai pergeseran dE sebesar -0,1365 meter , dN -0,2982 dan dU -2,5106 meter. Pada tanggal 4 Februari 2017, dapat disimpulkan bahwa arah pergeseran horizontal pada titik pengamatan LKWR dan KBYK ketika erupsi terjadi menunjukkan bahwa arah pergeseran pada titik pengamatan tersebut bergeser kearah Barat Daya mendekati pusat tekanan yang berlokasi didekat titik pengamatan MRDG, dengan nilai pergeseran dE sebesar -0,1525 meter , dN -0,4008 dan dU -0,2832 meter. Pada tanggal 8 Februari 2017, arah pergeseran horizontal pada titik pengamatan LKWR, KBYK, dan MRDG cenderung bergerak kearah Barat Daya mendekati pusat tekanan yang berada dititik pengamatan MRDG, dengan nilai pergeseran dE sebesar -0,0169 meter , dN -0,0073 dan dU -0,0154 meter.