// <![CDATA[PEMETAAN DAERAH RAWAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH BERBASIS CITRA SATELIT (Studi Kasus:]]> Dr. Rian Nurtyawan, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 DERRY BUDIMAN/23-2015-057 Penulis
Kota Bandung merupakan salah satu pusat perekonomian di Indonesia, hal tersebut berdampak terhadap laju kependudukan yang terus meningkat setiap tahunnya. Dampak tersebut berbanding lurus dengan banyaknya penggunaan lahan yang digunakan untuk pemukiman. Apabila dampak tersebut dibiarkan, maka akan timbul masalah perkotaan seperti kemacetan, banjir, tanah longsor, dan wabah penyakit. Salah satu yang paling berbahaya adalah munculnya wabah penyakit yang dapat disebabkan oleh berbagai macam organisme salah satunya adalah nyamuk. Nyamuk dapat menyebabkan berbagai macam penyakit seperti malaria, chikungunya dan demam berdarah. Khusus penyakit demam berdarah yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus paling banyak menimbulkan kasus penyakit yang disebabkan oleh nyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan penyakit demam berdarah di Kota Bandung tahun 2018 berbasis citra satelit dengan bantuan Sistem Informasi Geografis model Weighted Linier Combination. Menggunakan parameter curah hujan, suhu, tutupan lahan dan elevasi di Kota Bandung. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa daerah dengan tingkat kerawanan tinggi di Kota Bandung mencapai prosentase 41,1 %, daerah kerawanan sedang 52,1%, dan daerah kerawanan rendah 6,8%. Hasil tersebut berbanding lurus dengan data dari Dinas Kesehatan Kota Bandung mengenai Kasus Demam berdarah, dengan kasus terbanyak di Sub Wilayah Kota Cibeunyin dan kasus paling sedikit di Sub Wilayah Kota Gede Bage.