ANALISIS REGANGAN PULAU LOMBOK BERDASARKAN DATA PENGAMATAN GNSS TAHUN 1996 - 2018
Berdasarkan analisis data gaya berat dan batimetri, Widiyantoro (2014) menyatakan bahwa wilayah Pulau Bali - Lombok dan Sumbawa berada pada subduksi Lempeng Indo – Australia di bagian Selatan dan Zona Patahan Naik Flores yang berada di bagian Utara. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui besarnya regangan lempeng Pulau Lombok sebelum terjadinya gempa
tektonik kekuatan M 6,9 pada tanggal 5 Juli 2018 dengan memanfaatkan data GNSS tahun 1996 – 2018. Kecepatan vektor GPS Pulau Lombok pada selang waktu 1996 – 2018 memiliki kecepatan rata-rata untuk komponen E (East) 31,20 mm/tahun dan komponen N (North) 3,87 mm/tahun. Dari hasil kecepatan vektor GPS ini dapat dilihat bahwa arah pergeserannya ke Tenggara. Hal ini menunjukkan bahwa pergerakan Pulau Lombok searah dengan pergerakan lempeng Eurasia. Pola
regangan yang dihasilkan pada 12 centroid dalam model strain rate menunjukkan regangan yang lebih dominan adalah kompresi yang dipengaruhi oleh aktifitas Patahan Naik Busur Belakang Flores dan Subduksi Indo-Australia. Nilai kompresiregangan terkecil sebesar -0,12 mikrostrain/tahun, sedangkan nilai kompresi terbesar yaitu 0,7 mikrostrain/tahun.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2019).ANALISIS REGANGAN PULAU LOMBOK BERDASARKAN DATA PENGAMATAN GNSS TAHUN 1996 - 2018 ().Teknik Geodesi:FTSP
Chicago Style
.ANALISIS REGANGAN PULAU LOMBOK BERDASARKAN DATA PENGAMATAN GNSS TAHUN 1996 - 2018 ().Teknik Geodesi:FTSP,2019.Text
MLA Style
.ANALISIS REGANGAN PULAU LOMBOK BERDASARKAN DATA PENGAMATAN GNSS TAHUN 1996 - 2018 ().Teknik Geodesi:FTSP,2019.Text
Turabian Style
.ANALISIS REGANGAN PULAU LOMBOK BERDASARKAN DATA PENGAMATAN GNSS TAHUN 1996 - 2018 ().Teknik Geodesi:FTSP,2019.Text