// <![CDATA[ANALISIS GELOMBANG TSUNAMI KECIL AKIBAT GEMPA BAWAH LAUT DI PERAIRAN KEPULAUAN MENTAWAI PADA BEBERAPA STASIUN PENGAMATAN PASUT DI SAMUDRA INDONESIA]]> 0424086901 - Ni Made Rai Ratih C. P., Ir., M.Si. Dosen Pembimbing 1 PACHIRA EIZZA PARAMITHA/23-2017-086 Penulis
Gelombang awal tsunami tidak selalu merupakan gelombang yang terbesar. Tsunami kecil mungkin merupakan gelombang pertama dan dalam periode tertentu gelombang susulan yang lebih besar akan datang, sehingga penting untuk mendeteksi tsunami kecil yang terjadi. Gempa bawah laut 7,8 di Perairan Kepulauan Mentawai diperkirakan menyebabkan tsunami kecil pada beberapa stasiun pengamatan pasut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu kedatangan, periode dan ketinggian gelombang tsunami kecil akibat gempa bawah laut yang mungkin terdeteksi oleh beberapa stasiun pengamatan pasut di Samudra Indonesia. Rentang waktu tiba gelombang tsunami diperkirakan berdasarkan jarak stasiun pasut terhadap episenter gempa serta perkiraan kecepatan gelombang tsunami. Puncak-puncak gelombang dengan periode singkat merupakan gejala awal terjadinya tsunami kecil. Tsunami kecil diperkirakan terjadi pada rentang waktu 1 jam 18 menit sampai dengan 9 jam 12 menit dari saat gempa terjadi. Kecepatan gelombang tsunami tidak bergantung pada jarak stasiun pasut terhadap episenter gempa. Periode gelombang berkisar antara 5-8 menit. Tsunami kecil terdeteksi di Stasiun Sabang, Telukdalam, Christmas Island dan Cocos Island dengan ketinggian 4,316-17,740 sentimeter.