// <![CDATA[PEMETAAN SEBARAN POTENSI DAERAH RESAPAN AIR DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DAN PENGINDRAAN JAUH (Studi Kasus:]]> 0407096502 - Dr. Dewi Kania Sari, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 ADIST MUTAQIN BILAH/23-2015-142 Penulis
Kawasan resapan air merupakan kawasan yang dikhususkan untuk proses pemasukan air hujan ke dalam tanah. Kawasan resapan ini dinyatakan sebagai ruang kawasan resapan dalam kota atau wilayah yang lebih luas, baik dalam bentuk membulat maupun dalam bentuk memanjang, dan penggunaannya bersifat terbuka atau tanpa bangunan. Untuk mengetahui baik tidaknya kemampuan infiltrasi dapat dilihat melalui kondisi peresapan air. Kondisi resapan air ini akan menunjukkan keadaan karakteristik infiltrasi di daerah penelitian. Penilaian tingkat peresapan air dapat dilakukan dengan mengintegrasikan parameter-parameter yang mempunyai pengaruh, di antaranya jenis tanah, curah hujan, penggunaan lahan, dan kemiringan lereng. Lokasi penelitian berada di Kota Cimahi. Teknologi pengindraan jauh digunakan untuk menentukan kelas penggunaan lahan dengan metode klasifikasi supervised, dan untuk menilai potensi resapan dilakukan analisis sistem informasi geografis dengan metode tumpang-susun (overlay) setiap parameter yang telah diberikan bobot dan skor. Penggabungan parameter telah menghasilkan suatu peta sebaran potensi resapan air di Kota Cimahi, didapatkan luasan kriteria kondisi resapan air baik 0,8 Ha (0.02 %), normal alami 27,5 Ha (0,65 %), mulai kritis 160,5 Ha (3,79 %), agak kritis 641,8 Ha (15,16 %), kritis 946,2 Ha (22,35 %), sangat kritis 2457,4 Ha (58,04 %), Total 4234,2 Ha (100 %). Itu artinya potensi resapan yang terdapat di daerah penelitian didominasi sangat kritis, sehingga secara tata ruang Kota Cimahi memiliki daerah resapan air yang sangat rendah.