IDENTIFIKASI HUBUNGAN KARAKTERISTIK MASYARAKAT DENGAN PRILAKU PENGELOLAAN SAMPAH DI WILAYAH BANTARAN SUNGAI KOTA BANDUNG (STUDI KASUS : KELURAHAN BABAKAN SURABAYA)
Sampah merupakan konsekuensi dari adanya aktivitas masyarakat. sampah akan memberikan berbagai dampak negatif yang sangat besar apabila penanganannya tidak dilakukan secara cermat dan serius yaitu mengakibatkan terjadinya perubahan keseimbangan lingkungan yang merugikan atau tidak diharapkan sehingga dapat mencemari lingkungan baik terhadap tanah, air dan udara Kota Bandung adalah salah satu kota metropolitan di Indonesia yang memiliki banyak permasalahan kota, salah satu permasalahan yang cukup serius adalah masalah persampahan. Penyumbang timbulan sampah juga dihasilkan oleh sampah di permukiman, misalnya di wilayah bantaran sungai Kelurahan Babakan Surabaya. Permasalahan sampah di wilayah bantaran sungai timbul seiring dengan pertumbuhan penduduk yang mendirikan bangunan di bantaran sungai. Selain pertumbuhan penduduk, permasalahan terkait persampahan didukung dari sistem pengolahan yang tidak optimal, sistem perangkutan yang buruk, kurangnya penyediaan sarana dan prasarana kebersihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan karakteristik masyarakat bantaran sungai Kelurahan Babakan Surabaya terhadap pengelolaan sampah. Pengumpulan data penelitian ini diperoleh dari pengamatan dan penyebaran form kuesioner pada saat hari kerja senin sampai jum’at. Pada tahap analisis, melihat hubungan antara dua variabel yaitu karakteristik masyarakat dengan pengelolaan sampah, dengan menggunakan analisis tabulasi silang (Crosstab). Karaktersitik masyarakat ditentukan dari jenis kelamin, usia,jenis pekerjaan, dan pendapatan. Pengelolaan sampah ditentukan dari beebrapa teknik oprasional, yaitu jenis pewadahan, cara pembuangan,cara pemilahan dan pengelolaan sampah. Sehingga dari beberapa variabel terlihat adanya hubungan karakterisitik masyarakat dengan pengelolaan sampah dari variabel jenis pekerjaan dengan jenis sampah yang dibuang, diantaranya jenis sampah organik dilihat dari nilai assymp.sig yang menunjukan angka dibawah 0,05 yang berarti adanya hubungan. Lalu adanya hubungan dari variabel karakteristik masyarakat dari jenis usia dengan pengelolaan sampah berupa pembuangan. Jenjang dalam usia produktif yaitu 36-64 tahun melakukan pembuangan dengan cara dikumpulkan dirumah lalu dibawa ke tempat pembuangan. Dari jenis pekerjaan dan usia adanya pengaruh terhadap pengeloalan sampah di wilayah bantaran sungai.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2019).IDENTIFIKASI HUBUNGAN KARAKTERISTIK MASYARAKAT DENGAN PRILAKU PENGELOLAAN SAMPAH DI WILAYAH BANTARAN SUNGAI KOTA BANDUNG (STUDI KASUS : KELURAHAN BABAKAN SURABAYA) ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.IDENTIFIKASI HUBUNGAN KARAKTERISTIK MASYARAKAT DENGAN PRILAKU PENGELOLAAN SAMPAH DI WILAYAH BANTARAN SUNGAI KOTA BANDUNG (STUDI KASUS : KELURAHAN BABAKAN SURABAYA) ().Teknik Planologi:FTSP,2019.Text
MLA Style
.IDENTIFIKASI HUBUNGAN KARAKTERISTIK MASYARAKAT DENGAN PRILAKU PENGELOLAAN SAMPAH DI WILAYAH BANTARAN SUNGAI KOTA BANDUNG (STUDI KASUS : KELURAHAN BABAKAN SURABAYA) ().Teknik Planologi:FTSP,2019.Text
Turabian Style
.IDENTIFIKASI HUBUNGAN KARAKTERISTIK MASYARAKAT DENGAN PRILAKU PENGELOLAAN SAMPAH DI WILAYAH BANTARAN SUNGAI KOTA BANDUNG (STUDI KASUS : KELURAHAN BABAKAN SURABAYA) ().Teknik Planologi:FTSP,2019.Text