TRANSFORMASI ASPEK SOSIAL WILAYAH PERI-URBAN METROPOLITAN BANDUNG RAYA
Perkembangan wilayah Metropolitan Bandung Raya yang dari tahun ke tahun semakin pesat baik dalam hal perubahan fisik, penduduk, maupun sosial ekonominya menimbulkan fenomena perkembangan wilayah pinggiran kota atau disebut wilayah peri-urban. Wilayah peri-urban juga sering disebut sebagai calon wajah perkotaan di masa depan, karena transisi sifat perkotaan akan semakin mendominasi aktifitas dan menyebabkan tumbuh menjadi pusat kota yang baru. Gejala transformasi wilayah peri-urban membawa perubahan terhadap aspek fisik dan sosial ekonomi dengan implikasi keruangan yang ditimbulkannya mirip satu sama lain, yakni kecenderungan kompetisi penggunaan lahan di daerah pinggiran atau sekitar kota dan meningkatnya ciri-ciri kehidupan sosial ekonomi kota di perdesaan. Dalam penelitian ini, aspek yang akan dikaji yaitu aspek sosial karena karakteristik Wilayah Peri-Urban Metropolitan Bandung Raya yang berbeda-beda sehingga menimbulkan karakteristik sosial dan aktifitas ekonomi yang berbeda pula di setiap wilayahnya. Ketidakseimbangan komponen sosial yang disebabkan oleh perkembangan wilayah yang lebih berkembang cenderung terletak pada kawasan dengan tipologi yang dekat dengan pusat kota, dan komponen sosial yang terdapat pada tipologi tersebut lebih berkembang dibandingkan dengan tipologi lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi transformasi sosial dan melihat perbedaan transformasi pada setiap tipologi Wilayah Peri-Urban Metropolitan Bandung Raya.
Untuk mencapai tujuan penelitian maka terlebih dahulu dilakukan pemilihan penentu transformasi sosial wilayah tipologi Metropolitan Bandung Raya yang diturunkan dari indikator yang dihasilkan dengan studi literatur. Penentu transformasi sosial tersebut merupakan variabel yang dapat mewakili aspek sosial. Wilayah studi yang akan dikaji pada penelitian ini adalah 28 kecamatan yang terbagi ke dalam 3 (tiga) tipologi yaitu tipologi dominan kota, semi kota, dan potensi kota. Setelah itu dilakukan analisis untuk melihat pembeda transformasi pada setiap tipologi menggunakan analisis diskriminan.
Pada penelitian ini variabel yang akan dianalisis yaitu karakteristik transformasi sosial pada setiap tipologi Wilayah Peri-Urban Metropolitan Bandung Raya. Hasil analisis diskriminan diketahui bahwa terdapat perbedaan tranformasi di setiap tipologi wilayah peri-urban. Pada tipologi dominan dan semi kota variabel penduduk berdasarkan jumlah keluarga sejahtera yang berbeda secara signifikan, dan pada tipologi potensi kota variabel tamatan pendidikan SMP berbeda secara signifikan. Sedangkan hasil analisis seluruh tipologi Wilayah Peri-Urban Metropolitan Bandung Raya, diketahui bahwa kepadatan penduduk dan mata pencaharian sektor sekunder berbeda secara signifikan diantara setiap tipologi Peri-Urban Metropolitan Bandung Raya.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2019).TRANSFORMASI ASPEK SOSIAL WILAYAH PERI-URBAN METROPOLITAN BANDUNG RAYA ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.TRANSFORMASI ASPEK SOSIAL WILAYAH PERI-URBAN METROPOLITAN BANDUNG RAYA ().Teknik Planologi:FTSP,2019.Text
MLA Style
.TRANSFORMASI ASPEK SOSIAL WILAYAH PERI-URBAN METROPOLITAN BANDUNG RAYA ().Teknik Planologi:FTSP,2019.Text
Turabian Style
.TRANSFORMASI ASPEK SOSIAL WILAYAH PERI-URBAN METROPOLITAN BANDUNG RAYA ().Teknik Planologi:FTSP,2019.Text