// <![CDATA[KAJIAN EFEKTIVITAS SKYWALK TERAS CIHAMPELAS TERHADAP PENGURANGAN HAMBATAN SAMPING]]> 0422087601 - Ratna Agustina S.T., M.T., DEA., Ph.D Dosen Pembimbing 1 REY ELLY TARIGAN/24-2008-009 Penulis
Kawasan Cihampelas adalah salah satu kawasan tujuan wisata di Kota Bandung yang banyak diminati wisatawan. Pada awalnya kawasan Cihampelas merupakan daerah pemukiman namun seiring dengan kemajuan industry perdagangan di Kota Bandung, kawasan Cihampelas berubah fungsi menjadi daerah komersial. Perubahan tersebut mengakibatkan jumlah wisatawan dan pergerakan lalu lintas di Jalan Cihampelas dari tahun ke tahun semakin meningkat. Kondisi ini menyebabkan pemerintah pada Tahun 2016 melakukan pembangunan teras Cihampelas di daerah kawasan Cihampelas untuk mengurangi peningkatan tundaan lalu lintas akibat ada hambatan samping yang terjadi di kawasan Cihampelas. Pembangunan teras Cihampelas dapat mengurangi hambatan samping, seperti pejalan kaki dan pedagang yang biasa memenuhi trotoar Jalan Cihampelas, selain itu teras Cihampelas juga memberikan fasilitas bagi pejalan kaki dan pedagang.; Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi besaran hambatan samping sebelum dan sesudah pembangunan Skywalk Teras Cihampelas untuk melihat keefektivitasan pembangunan Skywalk Teras Cihampelas terhadap penurunan hambatan samping. Ruas jalan yang diamati adalah sepanjang ruas Jalan Cihampelas tepatnya dibawah Skywalk Teras Cihampelas. Data yang diamati adalah aktivitas diatas dan dibawah Teras Cihampelas. Survei dilakukan pada empat hari yang berbeda karakterisitik aktivitas juga berbeda besaran dan fluktuasi jenis hambatan samping.; Setelah pengelolahan data dan analisis, pembangunan Skywalk Teras Cihampelas telah mengalami pengurangan frekuensi kejadian hambatan samping jika dibandingkan dengan bobot frekuansi kejadian hambatan samping pada tahun 2015 (sebelum dibangunnya Skywalk Teras Cihampelas). Jenis kejadian hambatan samping yang paling signifikan berkurang adalah pejalan kaki dan orang menyebrang yang berkurang sebesar 604 kejadian untuk pejalan kaki dan 366 kejadian untuk orang menyebrang pada hari sabtu malam (18.00-19.00). Selain pejalan kaki, hambatan samping juga berkurang signifikan sebesar 118 kejadian yaitu PKL. Namun pada Jenis kejadian hambatan samping pemberhentian angkutan umum dan kendaraan lain, justru mengalami kenaikan.