// <![CDATA[IDENTIFIKASI HUBUNGAN PERUBAHAN GUNA LAHAN DAN HARGA LAHAN DENGAN ADANYA JALAN TOL SOROJA]]> 0418066502 - Dr. Sadar Yuni Rahardjo, Ir., MT. Dosen Pembimbing 1 ARDIANSYAH/24-2011-056 Penulis
Jalan Tol Soroja (Soreang – Pasir Koja) menyediakan alternatif akses jaringan jalan antara Kota Bandung dengan Kabupaten Bandung Adanya Jalan Tol Soroja akan berdampak terhadap penggunaan lahan di sekitarnya. Perubahan penggunaan lahan turut serta berdampak terhadap peningkatan harga lahan. Von Thunen (1851) berpendapat bahwa tinggi rendahnya harga lahan dipengaruhi oleh jarak ke pusat kegiatan. Lahan di pusat kota menjadi mahal dengan meningkatnya permintaan lahan untuk permukiman dan fasilitas umum akibat dari bertambahnya jumlah penduduk. Ada kecenderungan mencari lahan dengan harga yang rendah di pinggiran kota, karena harga lahan akan rendah bila jauh dari pusat kota (Von Thunen, 1851 dalam Sadyohutomo, 2016). Lahan tidak hanya merupakan kebutuhan bermukim, tetapi juga tempat untuk berinteraksi sosial dan menjalankan aktivitas. Peningkatan jumlah penduduk akan meningkatkan kebutuhan lahan sehingga mempengaruhi persaingan harga lahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan perubahan guna lahan dan harga lahan akibat adanya Jalan Tol Soroja dan apakah dapat mempengaruhi harga lahan di Soreang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan metode observasi dan telaah dokumen sebagai pendukung. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan pendekatan pemodelan spasial dengan software ArcGIS. Analisis spasial berfungsi untuk mengetahui perubahan penggunaan lahan yang terjadi di ke 3 (tiga) pintu tol Soroja tahun 2016, 2017 dan 2018 dan mengkorelasikan hubungan guna lahan dengan harga lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan ke 3 pintu tol Soroja telah memicu terjadinya perubahan lahan non terbangun menjadi lahan terbangun. Perubahan juga terjadi pada harga lahan di wilayah penelitian.