// <![CDATA[KAJIAN IKLIM PERKOTAAN (URBAN CLIMATIC) DI KOTA BANDUNG]]> 0421128201 - Iredo Bettie Puspita, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 0428129002 - Byna Kameswara, ST., MT. Dosen Pembimbing 2 MIFTAH FAIZ RABBANI/24-2014-035 Penulis
Pemanasan global mengakibatkan terjadinya fenomena kenaikan suhu permukaan di bumi. Kenaikan suhu udara akan lebih terasa pada daerah perkotaan karena terkonsentrasinya aktivitas penduduk di perkotaan yang menghasilkan fenomena efek pulau panas atau disebut fenomena UHI. Fenomena UHI yang terjadi dapat menyebabkan peningkatan jumlah polutan di udara, penurunan tingkat kenyamanan, sampai risiko kesehatan. Kota Bandung merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang terkena fenomena kenaikan suhu ini, diindikasikan peningkatan suhu udara pada tahun 2011 hingga 2016 memiliki kecenderungan peingkatan sebesar 0,150C tiap tahunnya. Kecenderungan kenaikan suhu tersebut perlu diantisipasi karena berpotensi terus meningkat menjadi panas yang ekstrim. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran iklim perkotaan (urban climatic) dan kebutuhan intervensinya terhadap rencana tata ruang. Untuk mengidentifikasi tujuan tersebut dilakukan dengan analisis iklim perkotaan (urban climatic). Analisis ini akan melihat sebaran kategori-kategori iklim perkotaan (urban climatic) di Kota Bandung pada tahun 2016, dengan berdasarkan analisis thermal load dan analisis dynamic potential. Analisis thermal load dilakukan untuk melihat potensi panas yang dihasilkan pada suatu wilayah dan analisis dynamic potential dilakukan untuk melihat potensi dingin yang dimiliki suatu wilayah. Lebih lanjut pada kajian ini akan dilihat kebutuhan intevensi terhadap rencana pola ruang tahun 2031 berdasarkan sebaran iklim perkotaan (urban climatic), sehingga dapat terlihat intervensi kebijakan yang tepat sebagai pertimbangan dalam membuat rencana tata ruang wilayah perkotaan yang mempertimbangkan aspek iklim didalamnya. Berdasarkan hasil kajian, diketahui pada Kota Bandung tahun 2016 didominasi oleh kategori iklim perkotaan (urban climatic) yaitu kategori heat area sebesar 45,40 % atau 75,97 km2 dari total luas kota. Kategori heat area memiliki ciri wilayah yang penyimpanan panas tinggi, tetapi masih memiliki sedikit zona penyangga, wilayah dengan kepadatan tinggi dengan sedikit vegetasi, sangat kecil kemungkinan terjadinya degradasi panas pada malam hari. Persebaran kategori heat area terjadi pada bagian barat Kota Bandung yaitu pada Kecamatan Bojongloa Kaler, Kecamatan Astanaanyar dan Kecamatan Andir. Hal ini dipengaruhi oleh suhu permukaan yang tinggi, kepadatan penduduk yang tinggi dan potensi dingin yang dimiliki sangat rendah. Wilayah dengan dominasi kategori bad climatic akan mejadi prioritas dalam mengambil pilihan mitigasi dalam mengurangi dampak UHI. Mitigasi yang dilakukan dengan melakukan penyediaan vegetasi, pengaturan bangunan gedung dan mengurangi panas antropogenik.