TINGKAT KETAHANAN (RESILIENCE) MASYARAKAT TERHADAP BENCANA BANJIR BERDASARKAN SOCIAL NETWORK DI DESA DAYEUHKOLOT, KABUPATEN BANDUNG
Berdasarkan konsep pengurangan risiko bencana, dapat disimpulkan bahwa ketahanan (resilience) masyarakat terhadap bencana mungkin meningkat pada masyarakat yang terkena bencana secara berulang-ulang. Semakin tahan masyarakat terhadap bencana maka semakin kecil risiko yang dihadapi. Dengan kondisi tersebut, maka masyarakat dapat tetap tinggal di wilayah rawan bencana. Macchi (1995 dalam Pratiwi, 2009) menyatakan bahwa keputusan untuk tetap tinggal atau tidaknya seseorang di wilayah rawan bencana salah satunya dipengaruhi oleh social network. Social network diperlukan untuk melihat keterlibatan antar aktor yang berperan terhadap ketahanan (resilience) masyarakat dimana masyarakat tersebut mampu membuat keputusan. Ketahanan (resilience) masyarakat dilihat dari bencana banjir tahunan yang terjadi khususnya di Desa Dayeuhkolot yang dilewati oleh Sungai Citarum. Kajian tingkat ketahanan
(resilience) yang menggunakan pendekatan social network belum pernah dilakukan, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat ketahanan (resilience) masyarakat terhadap bencana banjir berdasarkan social network. Untuk mengidentifikasi tujuan tersebut dilakukan dengan analisis skoring. Berdasarkan hasil analisis, didapat hasil bahwa tingkat ketahanan (resilience) masyarakat masuk dalam klasifikasi rendah. Hal tersebut dipengaruhi oleh hasil nilai ketahanan tiap aspek yang rendah. Berdasarkan social network analysis, peran aktor sentral yaitu Kepala Desa belum optimal, dilihat dari kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap aktor-aktor apa saja yang terlibat. Hal tersebut membuat jejaring social tidak berjalan dengan baik dan tingkat ketahanan (resilience) masyarakat rendah, akan tetapi masyarakat tetap tinggal di wilayah tersebut. Menanggapi hal ini, dapat dikatakan bahwa jejaring sosial tidak menjadi alasan masyarakat untuk tetap tinggal di wilayah yang mengalamai banjir tahunan dan berisiko tinggi.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2019).TINGKAT KETAHANAN (RESILIENCE) MASYARAKAT TERHADAP BENCANA BANJIR BERDASARKAN SOCIAL NETWORK DI DESA DAYEUHKOLOT, KABUPATEN BANDUNG ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.TINGKAT KETAHANAN (RESILIENCE) MASYARAKAT TERHADAP BENCANA BANJIR BERDASARKAN SOCIAL NETWORK DI DESA DAYEUHKOLOT, KABUPATEN BANDUNG ().Teknik Planologi:FTSP,2019.Text
MLA Style
.TINGKAT KETAHANAN (RESILIENCE) MASYARAKAT TERHADAP BENCANA BANJIR BERDASARKAN SOCIAL NETWORK DI DESA DAYEUHKOLOT, KABUPATEN BANDUNG ().Teknik Planologi:FTSP,2019.Text
Turabian Style
.TINGKAT KETAHANAN (RESILIENCE) MASYARAKAT TERHADAP BENCANA BANJIR BERDASARKAN SOCIAL NETWORK DI DESA DAYEUHKOLOT, KABUPATEN BANDUNG ().Teknik Planologi:FTSP,2019.Text