// <![CDATA[IDENTIFIKASI PENERAPAN SMART MOBILITY BERDASARKAN PERSEPSI MASYARAKAT DI KOTA BANDUNG]]> 0406058902 - Isro Saputra S.T.,M.T. Dosen Pembimbing 1 MUHAMMAD ARSYAD ARRADYA S.P./24-2014-078 Penulis
Kota besar di Indonesia berada dalam tahap pertumbuhan penduduk yang tinggi, hal ini menyebabkan penduduk tersebut untuk melakukan pergerakan (mobilitas) menjadi semakin meningkat. Namun, perkembangan kota yang pesat ini menimbulkan banyak masalah seperti bertambahnya jumlah penduduk, tingginya jumlah kendaraan bermotor, kurangnya pelayanan transportasi perkotaan, dan banyaknya masyarakat luar perkotaan yang menuju ke pusat kota untuk melakukan aktivitasnya. Aktivitas perkotaan semakin tinggi, maka akan meningkatkan mobilitas manusia maupun barang. Untuk menghadapi masalah tersebut, Kota Bandung sampai saat ini sering menghasilkan inovasi baru salah satunya adalah konsep smart city. Inovasi-inovasi smart city ini ditiru di daerah lain dan diklaim bisa menyelesaikan masalah yang terjadi di perkotaan dengan tuntas. Oleh karena itu, masalah yang ada di Kota Bandung tersebut yaitu masalah transportasi, yang saat ini dibutuhkan manajemen transportasi kota melalui pendekatan konsep perencanaan kota yang cerdas yaitu smart mobility yang merupakan bagian dari indikator smart city. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi baik atau tidaknya penerapan smart mobility berdasarkan persepsi masyarakat Kota Bandung. Untuk memenuhi konsep smart mobility diperlukan penilaian terhadap aspek-aspek yaitu aksesibilitas lokal, aksesibilitas internasional, akses multimoda, infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung mobilitas/transportasi suatu kota, dan transportasi berkelanjutan, aman, dan inovatif. Metode analisis yang digunakan yaitu menggunakan deskriptif kuantitatif dengan alat analisis yaitu distribusi frekuensi untuk analisis identifikasi masing-masing aspek smart mobility di Kota Bandung dan menggunakan analisis skala likert untuk mengidentifikasi baik atau tidaknya penerapan smart mobility di Kota Bandung. Berdasarkan hasil perhitungan untuk mengetahui penilaian baik atau tidaknya penerapan smart mobility dari 24 pernyataan, dapat disimpulkan bahwa nilai penerapan smart mobility yaitu sebesar 2,29 berarti kurang baiknya penerapan smart mobility di Kota Bandung berdasarkan persepsi masyarakat.