// <![CDATA[PERSEPSI PENGGUNA TERHADAP JALUR PEDESTRIAN DI KORIDOR JALAN P.H.H. MUSTOFA BERDASARKAN ASPEK WALKABILITY]]> Mustovia Azahro, S.T., M.T Dosen Pembimbing 1 ANNISA NURHAYATI/24-2014-085 Penulis
Kebiasaan menggunakan kendaraan dalam segala aktivitas dapat mengakibatkan kapasitas jalan semakin berkurang, meningkatkan polusi udara, dan membuat masyarakat kehilangan kemauan untuk ‘berjalan’. Berjalan kaki dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi masalah-masalah yang diakibatkan oleh penggunaan kendaraan. Walkability atau kelayakan berjalan adalah interaksi antara fasilitas pejalan kaki dan dukungan keseluruhan untuk lingkungan pejalan kaki (Krambeck & Jitendra, 2006). Kota Bandung merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang berusaha mewujudkan kotanya menjadi kota yang ramah pejalan kaki. Pada beberapa wilayah di Kota Bandung, jalur pedestrian sudah layak untuk dilewati oleh pejalan kaki dari segala usia dan kebutuhan. Namun berdasarkan hasil observasi, masih ada jalur pedestrian pada beberapa wilayah yang masih belum layak untuk dilewati oleh semua pengguna jalur pedestrian, salah satunya adalah jalur pedestrian di koridor Jl. P.H.H. Mustofa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi persepsi pengguna jalur pedestrian berdasarkan aspek walkability pada Koridor Jalan P.H.H. Mustofa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif, analisis komparatif, analisis persepsi pengguna, dan analisis crosstab. Berdasarkan persepsi pengguna, variabel yang dinilai tidak nyaman pada koridor Jalan P.H.H. Mustofa adalah variabel kenyamanan. Variabel keindahan dinilai cukup indah oleh pengguna. Sedangkan variabel keamanan dan keselamatan pada koridor Jalan P.H.H. Mustofa dinilai aman. Berdasarkan hasil analisis hubungan karakteristik pengguna dengan persepsi pada aspek walkability, didapatkan bahwa ada hubungan antara karakteristik pengguna yaitu usia, jenis kelamin, pekerjaan, frekuensi berjalan, maksud berjalan, dan jarak berjalan; dengan persepsi pada setiap indikator aspek walkability, yaitu keleluasaan jalur pedestrian, ketersediaan fasilitas penyeberangan, hambatan, vegetasi, kebersihan, penerangan jalan, dan perambuan.