PERUBAHAN RISIKO BENCANA BANJIR BANDANG BERDASARKAN PERUBAHAN GUNA LAHAN DAN PENINGKATAN JUMLAH PENDUDUK DI WILAYAH SEKITAR DAS MIKRO SUB DAS CIWIDEY TAHUN 2017 DAN 2036
Bencana banjir adalah luapan air dari sungai atau genangan air di daerah rendah yang tidak teralirkan, sehingga menimbulkan risiko salah satunya berupa kerusakan dan kerugian. Bencana banjir bandang memiliki karakteristik yang berbeda dengan banjir lainnya karena daya rusak airnya disebabkan oleh kecepatan aliran dan debris yang dibawa oleh luapan air tersebut, seperti bencana banjir bandang yang terjadi di wilayah Kecamatan Pasirjambu dan Kecamatan Ciwidey pada hari Rabu tanggal 3 Mei 2017 yang merupakan wilayah yang berada pada area DAS Mikro Sub DAS Ciwidey. Dengan demikian pelaksanaan dan penegakan rencana tata ruang perlu dilakukan untuk mengurangi risiko bencana, namun sebelum penataan ruang tesebut ilakukan tentunya harus melalui kajian-kajian, salah satunya adalah kajian risiko bencana.
Kajian risiko bencana dalam penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi menentukan dan memetakan perubahan tingkat risiko bencana banjir bandang berdasarkan aspek bahaya, kerentanan dan kapasitas dari data eksisting, serta data guna lahan dan penduduk yang diproyeksikan, kemudian hasil kajian risiko bencana dari kedua data tersebut dilihat perubahannya. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian deskriptif komparatif dengan mengunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) yaitu metode analisis spasial agar dapat diketahui nilai indeks risiko bencana banjir bandang beserta sebarannya yang terdiri dari proses penilaian indek, overlay, buffer, dan CA Markov untuk proyeksi tutupan lahan di masa mendatang. Nilai indeks dan sebarannya risiko bencana banjir bandang ditentukan berdasarkan petunjuk teknis penyusunan peta ancaman dan risiko bencana yang diterbitkan oleh Japan Internasional Cooperation Agency (JICA) tahun 2015.
Berdasarkan hasil kajian risiko bencana banjir bandang diketahui bahwa pada kondisi eksisting sebagian besar wilayah berada pada tingkat risiko rendah dan sedang, dan hanya sedikit wilayah yang berada pada tingkat risiko tinggi yaitu di Kampung Kaum Kidul, Desa Ciwidey, hal tersebut juga sama seperti pada tahun proyeksi bahkan di tahun proyeksi luas daerah dengan tingkat kerentanan sedang jauh lebih besar. Perubahan tingkat risiko yang terjadi hanya pada tingkat rendah menjadi sedang, rendah menjadi tinggi, sedang menjadi rendah dan sedang menjadi tinggi
dimana daerah yang berubah dari tingkat risiko rendah menjadi sedang luasnya sebesar 74,29 ha, sedang menjadi rendah sebesar 97,54 ha, rendah menjadi tinggi sebesar 0,05 ha, dan sedang menjadi tinggi sebesar 2,22 ha.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2019).PERUBAHAN RISIKO BENCANA BANJIR BANDANG BERDASARKAN PERUBAHAN GUNA LAHAN DAN PENINGKATAN JUMLAH PENDUDUK DI WILAYAH SEKITAR DAS MIKRO SUB DAS CIWIDEY TAHUN 2017 DAN 2036 ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.PERUBAHAN RISIKO BENCANA BANJIR BANDANG BERDASARKAN PERUBAHAN GUNA LAHAN DAN PENINGKATAN JUMLAH PENDUDUK DI WILAYAH SEKITAR DAS MIKRO SUB DAS CIWIDEY TAHUN 2017 DAN 2036 ().Teknik Planologi:FTSP,2019.Text
MLA Style
.PERUBAHAN RISIKO BENCANA BANJIR BANDANG BERDASARKAN PERUBAHAN GUNA LAHAN DAN PENINGKATAN JUMLAH PENDUDUK DI WILAYAH SEKITAR DAS MIKRO SUB DAS CIWIDEY TAHUN 2017 DAN 2036 ().Teknik Planologi:FTSP,2019.Text
Turabian Style
.PERUBAHAN RISIKO BENCANA BANJIR BANDANG BERDASARKAN PERUBAHAN GUNA LAHAN DAN PENINGKATAN JUMLAH PENDUDUK DI WILAYAH SEKITAR DAS MIKRO SUB DAS CIWIDEY TAHUN 2017 DAN 2036 ().Teknik Planologi:FTSP,2019.Text